Warisan Sejarah SumedangTidak Ternilai Harganya Terbenam di Dasar Bendungan Jatigede

- Pewarta

Selasa, 6 Februari 2024 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM – Bendungan Jatigede harus memberikan sisi kemanpaatan bagi masyarakat Sumedang dan sekitarnya.

Karena, pembangunan waduk terbesar di Asia Tenggara ini, telah mengorbankan nilai-nilai sejarah Sumedang yang tidak ternilai harganya.

Demikian kesimpulan ungkapan beberapa tokoh Sumedang yang sempat ditangkap Tim Jurnalis harian ini.

Warisan sejarah Sumedang apa saja yang terbenam di dasar Bendungan Jatigede itu ?

BACA JUGA:

Kerja Sama Strategis: Kadin Indonesia dan BNSP Fokus Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Banyak Mantan Pejabat Sumedang Nyaleg, Dari Mantan Sekcam hingga Mantan Sekda, Tersebar di Tiap Dapil

Pertama, hilangnya makam-makam leluhur Sumedang, termasuk makam Prabu Guru Aji Putih dan sebagian keturunannya.

Prabu Guru Aji Putih, adalah pendiri Kerajaan Tembong Agung cikal bakal lahirnya Kabupaten Sumedang.

Prabu Guru Aji Putih seolah peletak batu pertama lahirnya Kerajaan Sumedang Larang yang sebelumnya bernama Kerajaan Hibar Buana.

Prabu Guru Aji Putih bersama permasurinya Nyi Mas Dewi Nawangwulan pasangan yang telah melahirkan pengayom-pengayom Sumedang berikutnya.

Warisan sejarah lainnya yang tenggelam bersama Bendungan Jatigede, hilangnya bekas-bekas kampung purba, terutama Kampung Muhara.

Kampung Muhara berada di Desa Leuwihideung Kecamatan Darmaraja, konon di kampung inilah Kerajaan Tembong Agung berdiri.

Di Desa Leuwihideung itu sendiri banyak makam-makam leluhur Sumedang yang tenggelam, untungnya Makam Paniis di Desa Cieunteung tidak tergenang.

Untuk menghormati leluhur Sumedang yang dimakamkan di Paniis, masyarakat sekitar makam tidak berani membangun rumah loteng, karena dianggap merendahkan leluhur di sana. ( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Bupati Sumedang Desak Kementerian PUPR Percepat Bendung Rengrang, Targetkan Irigasi 3.800 Hektare Sawah
Tiga Desa di Kecamatan Surian Siap Gelar Pilkades Serentak 2026, Desa Wanajaya Mulai Buka Pendaftaran
Sikapi Lonjakan Kasus LGBT dan HIV/AIDS, Bupati Sumedang Didesak Segera Terbitkan Regulasi Ketat
Bupati Sumedang Tekankan Dinas Sosial Adalah Wajah Kepedulian Pemerintah: Layani dengan Hati dan Empati
Isi Jabatan Kosong, Camat Buahdua Lantik Dua Anggota BPD PAW Desa Mekarmukti
Pekerja Bangunan di Buahdua Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar Serius
Bersembunyi di Ketinggian Kota, SMPN 9 Sumedang Hadirkan Sekolah Berarsitektur Unik
Dari Sekolah Favorit hingga SMPN 1 Tanjungsari: Refleksi Akhir Masa Jabatan H. Edeng Sutarya

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Bupati Sumedang Desak Kementerian PUPR Percepat Bendung Rengrang, Targetkan Irigasi 3.800 Hektare Sawah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Sikapi Lonjakan Kasus LGBT dan HIV/AIDS, Bupati Sumedang Didesak Segera Terbitkan Regulasi Ketat

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Bupati Sumedang Tekankan Dinas Sosial Adalah Wajah Kepedulian Pemerintah: Layani dengan Hati dan Empati

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Isi Jabatan Kosong, Camat Buahdua Lantik Dua Anggota BPD PAW Desa Mekarmukti

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Pekerja Bangunan di Buahdua Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar Serius

Berita Terbaru

Pers Rilis

UNISOC Lyric Audio: Mengubah Pengalaman Mendengarkan Audio

Rabu, 5 Agu 2026 - 23:58 WIB