HARIAN SUMEDANG — Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, secara tegas membantah tuduhan dugaan yang belakangan menyebar luas di platform pesan berantai WhatsApp dan media sosial.
Fajar menuturkan bahwa isu tersebut bersumber dari narasi tidak resmi yang tidak memiliki dasar maupun verifikasi yang valid. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pemberitaan dari sumber yang tidak jelas dan tidak kredibel.
“Informasi yang beredar tidak punya sumber resmi dan hanya berdasarkan narasi yang tidak jelas. Saya fokus bekerja untuk masyarakat Sumedang dan jika ditemukan ada unsur pencemaran nama baik, kami akan menempuh jalur hukum,” ujar Fajar.
Senada dengan sang Wakil Bupati, R yang disebut-sebut sebagai korban dalam kabar berantai tersebut turut memberikan klarifikasi langsung. R membantah seluruh isu penganiayaan, penyekapan, maupun pelecehan yang diarahkan kepada pimpinannya.
“Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan. Informasi yang menyebar di luar sama sekali tidak benar,” tegas R saat memberikan pernyataan. R juga meminta publik untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah menyebarkan isu hoaks yang belum dipastikan kebenarannya.
Fakta Kunci Kasus:
-
Sumber Isu: Pesan WhatsApp berantai dan klaim media tidak terverifikasi.
-
Klarifikasi Wabup: Fajar Aldila menegaskan narasi tersebut tidak berdasar dan siap membawa pihak penyebar hoaks ke jalur hukum.
-
Klarifikasi Sekpri (R): Membantah seluruh tuduhan dan menyatakan situasi di antara mereka tetap berjalan profesional. (Red)







