TANJUNGSARI — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa sore (16/12/2025), menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga.
Berdasarkan data terbaru dari Tim Penanganan Bencana Kecamatan Tanjungsari, jumlah rumah terdampak terus bertambah seiring proses penyisiran yang dilakukan di lapangan.
Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie, menyampaikan bahwa jumlah rumah terdampak di Desa Kutamandiri meningkat signifikan.
“Sebelumnya dilaporkan 31 rumah terdampak, namun setelah penyisiran, jumlahnya bertambah menjadi 54 rumah,” ujar Agus saat ditemui di lokasi bencana, Rabu (17/12/2025).
Selain Desa Kutamandiri, desa lain yang turut terdampak cuaca ekstrem tersebut antara lain Jatisari, Cinanjung, dan Margajaya. Namun, kerusakan paling parah tercatat terjadi di Desa Kutamandiri.
Agus menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk percepatan penanganan pascabencana. “Alhamdulillah, komunikasi dengan BPBD, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas sudah dilakukan sejak malam kejadian,” katanya.
Penanganan bencana juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dandim 0610/Sumedang telah meninjau lokasi terdampak, sementara personel Brimob Polda Jawa Barat turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan.
Tim asesmen dari Baznas Kabupaten Sumedang juga telah berada di lokasi untuk mendata kebutuhan warga terdampak.
“Baznas akan memberikan bantuan berupa bahan bangunan, khususnya bagi warga yang rumahnya rusak parah dan tergolong kurang mampu,” ujar Agus.
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
Kepala Desa Kutamandiri, Agustina, mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia bersama perangkat desa tengah berada di kantor desa.
“Kami menerima laporan bahwa beberapa atap rumah warga hancur dan terbawa angin. Sejak sore hingga malam, kami langsung berkoordinasi dengan Danramil, Kasi Trantib, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan para relawan,” ujarnya.
Agustina menambahkan, pihak desa telah melakukan berbagai langkah antisipatif sebelumnya, seperti perawatan saluran air dan pemangkasan ranting pohon. Ia juga rutin mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Jumat bersih.
“Penanganan bencana ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan,” kata Agustina.
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Pemerintah Kecamatan Tanjungsari memastikan proses pemulihan akan terus dilakukan secara bertahap, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal. ( Dody Nsh ) ****








