Damar Sewu” Tradisi Menjelang Lebaran yang Hilang di Sumedang

- Pewarta

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Beberapa tradisi yang dulu menjadi ciri khas menjelang idul fitri sekarang seperti sirna ditelan bumi.

Terutama di Sumedang, ada yang disebut Damar Sewu. Sebuah tradisi menyalakan obor pada malam-malam lailatulqodar.

Obor yang digunakan, bukan ilaharnya obor, namun obor berasal dari satu ruas bambu yang diberi beberapa lubang.

Ruas bambu tadi diberi minyak tanah dan lubang-lubangnya disumpal kain untuk sumbu, hingga minyak meresap ke kain.

Ketika disulut, menyala beberapa titik api obor pada satu ruas bambu itu. Damar sewu itu digantung di depan rumah.

Penggantungan Damar Sewu dilakukan pada malam “lilikuran”, atau dari mulai hari ke 20 berpuasa hingga malam takbiran.

Suasana malam tampak menenangkan, kadang bagi anak-anak suka dijadikan ajang bermain di halaman ( buruan, Sunda).

Serasinya tradisi itu ketika Damar Sewu digantung di depan rumah panggung dengan memiliki teras gantung dari bambu.

Masyarakat Sunda dulu berkeyakinan dengan memasang Damar Sewu di depan rumah bisa menjemput keberkahan malam lailatulqodar.

Tradisi Damar Sewu, kini tinggal sebuah nama yang hampir sirna. Tradisi itu telah lama hilang mengikuti jejak-jejak tradisi lainnya yang duluan terkubur.

Tradisi-tradisi yang unik jaman baheula, sekarang berubah jadi tradisi masa kini yang mengundang estetika namun merusak gendang telinga.

Kesenyapan malam yang penuh makna dan berhias remang-remang damar, berubah menjadi kebisingan di langit dan derak-derak petasan.

Dulu suasana – suasana malam menjelang lebaran hampir rata begitu penuh dengan ketenangan dan kemakmuran.

Tapi kini, kemakmuran jelang lebaran itu kebanyakan hanya dirasakan orang-orang pekerja negara saja dan swasta.

Sementara penguntai mutiara kata-kata untuk keharuman negara banyak yang berurai air mata… ( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Peringati Hari Jadi Sumedang ke-448, Ketua BAZNAS Sumedang Ayi Subhan Hafiz Ajak Perkuat Sinergi dan Tebarkan Manfaat
Jembatan Apung Palabuan-Babakan Anyar: Inovasi Desa untuk Meringankan Beban Masyarakat
JNGR Hadirkan Keindahan Seni Tradisional Sunda: Kecapi Suling Menghipnotis Tamu Hotel
Kapolri Diperintah Langsung Presiden Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus
Diskominfo Majalengka Sediakan WiFi Gratis di 10 Titik Publik, Warga Sambut Positif.
Utang Menumpuk, Ekonomi Terancam: Apakah Indonesia Terjebak dalam Perangkap Utang Abadi?”
Pemkab Sumedang Anggarkan Rp53,5 Miliar untuk Gaji dan Perlindungan Sosial PPPK Paruh Waktu
Raih Penghargaan P2WKSS, Bukti Nyata Gerakan Perempuan di Sumedang Kerja Panjang Lintas Sektor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:57 WIB

Peringati Hari Jadi Sumedang ke-448, Ketua BAZNAS Sumedang Ayi Subhan Hafiz Ajak Perkuat Sinergi dan Tebarkan Manfaat

Minggu, 12 April 2026 - 21:06 WIB

Jembatan Apung Palabuan-Babakan Anyar: Inovasi Desa untuk Meringankan Beban Masyarakat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:41 WIB

JNGR Hadirkan Keindahan Seni Tradisional Sunda: Kecapi Suling Menghipnotis Tamu Hotel

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:13 WIB

Damar Sewu” Tradisi Menjelang Lebaran yang Hilang di Sumedang

Senin, 16 Maret 2026 - 07:29 WIB

Kapolri Diperintah Langsung Presiden Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB