Warung Sate Kambing Dadakan “Leces gaul” Motong, Nusuk, Bakar, Cuci Piring Sendiri

- Pewarta

Sabtu, 27 Januari 2024 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM – Siapa sangka, warung sate Leces Gaul di Jalan Simpang-Parakanmuncang KM 5 yang selalu ramai pengunjung itu, ketika awal-awal berdirinya tahun 2016 dikelola sendiri oleh perintisnya H. Eet Sunarya.

” Selama dua atau tiga bulan, tidak ada yang bantuin, motong nusuk masak menjual dan cuci piring sendiri, kala itu saya pakai roda mengisi ruangan sempit 2 meter X 3 meter “kenangnya.

BACA JUGA:

Pindah ke Pengungsian yang Disiapkan, Sebanyak 239 Warga Sukabumi Terancam Longsor Susulan

Pindah ke Pengungsian yang Disiapkan, Sebanyak 239 Warga Sukabumi Terancam Longsor Susulan

Seiring dengan berjalannya waktu, ia mulai mempekerjakan seorang karyawan, tiap bulan menambah satu karyawan, begitulah seterusnya selangkah demi selangkah nambah karyawan.

” Setelah tujuh tahun, mencoba untuk memotong kambing sendiri. Dua hari habis. Potong lagi, sehari habis. Setelah seminggu potong dua ekor, sebelum Covid sehari semalam pernah habis 12 ekor, ” ujar H. Eet.

Perjalanan usaha H. Eet pernah terseok-seok ketika Pandemi Covid-19. Meskipun begitu, warung sate Leces Gaul tidak pernah tutup, ” Paling jual mentah, tulang dan dagingnya dibungkus. Habis Covid merangkak lagi, ” tutur H. Eet lagi.

Warung sate Leces Gaul dikenal karena kelezatannya., banyak bumbu sate, tetapi sate Leces Gaul lain dari yang lain, tidaklah heran bila penikmat sate Ini ada dari Taiwan dan negara-negara lainnya.

H. Eet Sunarya sebelum membuka warung sate membuka Rumah Potong Hewan dan memasok daging ke jongko-jongko pasar di Bandung, Cicalengka dan Subang.

Tentang kunci keberhasilan usahanya, H Eet menjelaskan bahwa jangan pernah mengabaikan kualitas produk. Ketika produk telah dinikmati pelanggan, terus pertahankan keunggulan produk itu.

” Mentang-mentang sudah laku, barang basi dijual. Kalau ada barang basi kejual, wah pasti pelanggan akan ketakutan. Kalau rasa sudah masuk ke lidah pelanggan, pertahankan itu. Rasa itu jangan pernah diubah, ” katanya.

Kunci keberhasilan lainnya, imbuh H. Eet, segala usaha harus berniat ibadah, ” Alhamdulillah, kami selalu rutin berbagi dengan anak-anak yatim, gelar sunatan massal dan lainnya. Insya Alloh, usaha kita akan berkah, ” ungkapnya. ( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data
Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026
Desa Cipacing Diprioritaskan Jadi Percontohan Desa Siaga Tuberkulosis di Jatinangor
Tiga Desa di Kecamatan Ujungjaya Akan Gelar Pilkades Serentak
H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang
Pemerintah Desa Raharja Bantah Isu Penyelewengan Dana BUMDes Sektor Peternakan
Sumedang Akselerasi Digitalisasi Transaksi hingga Tingkat Desa Melalui HLM TP2DD 2026
MPLS SMAN Jatinunggal Hari Pertama, Harmoni Tradisi Sunda Sambut Ratusan Siswa Baru

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:15 WIB

37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:26 WIB

Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:21 WIB

Desa Cipacing Diprioritaskan Jadi Percontohan Desa Siaga Tuberkulosis di Jatinangor

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:48 WIB

Tiga Desa di Kecamatan Ujungjaya Akan Gelar Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:53 WIB

H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB