HARIAN SUMEDANG — Berbagai sekolah, khususnya di Kota Sumedang, terus mengoptimalkan penerapan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Program yang berjalan sejak 2025 hingga 2026 ini mengintegrasikan pembentukan karakter di sekolah dan rumah melalui sinergi dengan orang tua siswa.
Di lingkungan SMPN 4 Pamulihan, kebiasaan positif ditanamkan lewat agenda harian dan mingguan.
Kegiatan tersebut mencakup upacara bendera setiap Senin pagi, menyanyikan lagu “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, hingga senam bersama “Anak Indonesia Sehat”.
Dikatakan Didin Herdiman, M.Pd, Kepala SMPN 4 Pamulihan, selain rutinitas fisik dan kebangsaan, sekolah memperkuat karakter siswa melalui kegiatan keagamaan serta beragam program ekstrakurikuler.
Sementara itu, pembiasaan seperti bangun pagi, tidur tepat waktu, dan berinteraksi sosial di luar sekolah dipantau secara berkala oleh orang tua di rumah melalui koordinasi dengan pihak sekolah.
Mendorong Sekolah Ramah Lingkungan
Kasek Didin menjelaskan, sejalan dengan program Dinas Pendidikan Sekolah Berwawasan lingkungan, SMPN 4 Pamulihan juga menggalakkan program tersebut.
” Inisiatif ini berfokus pada penataan kawasan, pengelolaan sampah, dan konsistensi menjaga kebersihan, ” ungkap pria warga Desa Padasuka, Sumedang Utara ini.
Baca Juga:
Pemkab Majalengka Gelar Job Fair 2026, Sediakan 2.789 Lowongan Kerja di Lapangan GGM
The Coffee Bean & Tea Leaf® dan Al-Ghunaim Rayakan Pembukaan Kafe Ke-130 di Kuwait
Guna memotivasi siswa, sekolah menggelar lomba kebersihan kelas harian. Penilaian dilakukan sebanyak dua kali sehari, yakni saat siswa tiba di sekolah pada pagi hari dan sebelum jam pulang sekolah.
Hasil evaluasi harian tersebut diumumkan secara transparan setiap upacara hari Senin:
-
Kelas Terbersih: Menerima spanduk penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi.
-
Kelas Terkotor: Diberikan penanda khusus sebagai bahan evaluasi dan pendorong pembenahan.
Di akhir bulan, akumulasi nilai mingguan direkapitulasi. Kelas dengan kinerja kebersihan terbaik menerima apresiasi berupa perlengkapan kebersihan untuk menunjang aktivitas sanitasi mereka.
” Inisiatif kompetisi harian ini terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan serta kepedulian lingkungan seluruh warga sekolah, ” ujar Kasek saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga:
Pemkab Majalengka Menyepakati Penyesuaian Porsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)
Sistem Pemilahan Sampah Terpadu
Guna mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, fasilitas tempat sampah dipilah ke dalam tiga kategori utama:
-
Sampah Organik: Dikelola secara bertahap untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
-
Sampah Anorganik: Sampah bernilai ekonomis dikumpulkan untuk disalurkan ke pengepul atau pemulung demi proses daur ulang.
-
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3): Dipisahkan secara khusus agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
” Penerapan integrasi pembentukan karakter dan pengelolaan lingkungan hidup ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi dan berkarakter, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam, ” tutupnya. ( Tatang Tarmedi )








