SUMEDANG – Pelayanan kesehatan di wilayah timur Kabupaten Sumedang akan segera meningkat seiring dengan dimulainya rencana pembangunan rumah sakit baru oleh pihak swasta. Proyek fasilitas kesehatan ini diinisiasi oleh PT Halimah dengan klasifikasi Rumah Sakit Tipe C.
H. Tatang selaku Humas dari pihak pengembang menjelaskan bahwa rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektare. Berdasarkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB), luas lantai dasar bangunan yang digunakan adalah sekitar 3.300 meter persegi.
Gedung rumah sakit ini direncanakan setinggi tiga lantai dengan total luas bangunan atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) mencapai kurang lebih 9.800 meter persegi. Kapasitas tempat tidur yang disediakan dirancang di bawah 200 unit, yaitu sekitar 190 bed.
Menutup Celah Layanan Kesehatan Wilayah Timur
Kehadiran rumah sakit ini diproyeksikan untuk menjadi solusi bagi keterbatasan fasilitas kesehatan di perbatasan Sumedang dan Majalengka. Secara geografis, wilayah Sumedang Timur selama ini belum memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai.
Beberapa kecamatan yang menjadi prioritas cakupan layanan (coveran) rumah sakit ini antara lain: Kecamatan Tomo, Jatigede, Ujungjaya, Paseh.
Meski berfokus pada pemenuhan kebutuhan di wilayah-wilayah tersebut, pihak rumah sakit menegaskan bahwa prinsip pelayanan tetap berlaku universal bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jika terjadi situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di area sekitar, pihak rumah sakit berkomitmen memberikan penanganan medis terbaik sebagai prioritas utama tanpa memandang asal wilayah pasien.
Ke depan, rumah sakit PT Halimah ini juga merencanakan layanan medis yang komprehensif agar dapat menangani penyakit ringan hingga berat.
Baca Juga:
Chatbot AI Tunjukkan Respons Mirip “Kesadaran Kelas Pekerja” dalam Eksperimen Stanford
Puskesmas Jatinangor Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis demi Deteksi Dini Penyakit
SDN Cibeusi Jatinangor Bertransformasi Menuju Sekolah Ramah Lingkungan dan Unggulan Mutu
Selain pelayanan umum dan bedah, pihak manajemen bahkan mencanangkan penyediaan fasilitas spesifikasi khusus seperti penanganan penyakit jantung.
Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Warga Sekitar
Selain berdampak pada sektor kesehatan, proyek ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Pada tahap awal pembukaan lahan dan pembangunan sarana pendukung (seperti pembuatan bedeng pekerja dan fasilitas sanitasi), PT Halimah sepenuhnya memberdayakan warga sekitar.
Pihak manajemen bekerja sama dengan Kepala Desa (Kuwu) serta para Ketua RT di wilayah Desa Bugel untuk mengoordinasikan penyerapan tenaga kerja lokal.
Baca Juga:
SDN Ciletik Desa Raharja Tanjungsari Rusak Parah, Belum Ada Tanggapan dari Pemerintah
Lianlian DigiTech Perkuat Strategi di Timur Tengah, Hadirkan Layanan Pembayaran Resmi dari DIFC
Mekanisme rekrutmen dilakukan secara teratur berbasis rekomendasi dari pengurus RT setempat guna memastikan warga lokal mendapatkan giliran kerja secara adil.
Sistem pengupahan bagi para pekerja saat ini diterapkan secara harian dengan besaran yang dinilai kompetitif, sehingga memicu antusiasme tinggi dari warga yang ingin ikut bekerja.
Pihak manajemen juga memandang para pekerja lokal ini sebagai calon kader pola hidup sehat. Melalui edukasi yang diberikan selama bekerja di lingkungan proyek rumah sakit, mereka diharapkan dapat membawa dampak dan kebiasaan positif tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat luar.
Untuk tahap pembangunan struktur utama rumah sakit yang lebih besar nantinya, manajemen menyatakan akan tetap memberikan kesempatan bagi warga lokal sambil terus menyesuaikan dengan keahlian dan spesifikasi teknis yang dibutuhkan oleh proyek. ( Abdul Haris ) ****









