HARIAN SUMEDANG ONLINE — Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) bagi para petani di Kabupaten Sumedang.
Program yang bersumber dari APBN 2026 ini salah satunya diprioritaskan untuk puluhan kelompok tani di Kecamatan Ujungjaya pada tahap pertama.
Sebanyak 16 kelompok tani terpilih menjadi penerima manfaat prioritas, salah satunya Kelompok Tani UQY yang berlokasi di Desa Ujungjaya.
Ketua Kelompok Tani UQY, Dedeh, menyampaikan apresiasi mendalam atas terealisasinya bantuan fisik jaringan irigasi tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada para petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), UPTD Dinas Pertanian, hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang.
Menurut Dedeh, seluruh jajaran dinas terkait bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terus berkolaborasi demi mensukseskan target swasembada pangan nasional.
Bantuan RJIT ini menjadi solusi nyata di tengah krisis air irigasi yang kerap melanda akibat penurunan debit air di saluran primer.
Masalah krisis air ini kian terasa mendesak lantaran ribuan hektar lahan di lima desa se-Kecamatan Ujungjaya masih terdampak belum selesainya perbaikan Bendung Cariang.
Hingga kini, proyek perbaikan Bendung Cariang belum menunjukkan tanda-tanda akan rampung dalam waktu dekat.
Baca Juga:
SDN Padarek III Terima Kucuran Revitalisasi dari Kemendikdasmen Sebesar Rp941.111.000,00
BAZNAS Sumedang Luncurkan Lumbung Pangan Jagung untuk Entaskan Kemiskinan
Melalui rehabilitasi irigasi tersier ini, potensi kehilangan air akibat kebocoran saluran dipastikan bakal terkendali setelah pengerjaan selesai.
Langkah tersebut sejalan dengan target utama program RJIT, yakni memperbaiki jaringan irigasi yang rusak agar pasokan air ke sawah mengalir maksimal.
Kelompok Tani UQY sendiri mengelola lahan seluas kurang lebih 15 hektar yang berbatasan langsung dengan area persawahan Kelompok Tani Palasah.
Dedeh berharap program ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang untuk menjangkau saluran-saluran irigasi lain yang belum tersentuh perbaikan. ( Abdul Haris )







