HARIAN SUMEDANG ONLINE — Kabupaten Sumedang bersiap mencetak sejarah baru dalam demokrasi tingkat desa. Sebanyak 92 desa di 26 kecamatan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak secara digital pada Oktober 2026.
Kepastian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Digital di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (8/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, camat se-Kabupaten Sumedang, DPMD, serta seluruh panitia Pilkades.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Widodo, memastikan seluruh desa peserta Pilkades telah menetapkan calon beserta nomor urutnya.
“Dari 92 desa yang akan melaksanakan pemilihan, semuanya sudah mempunyai calon dan nomor urut,” kata Widodo.
Pelaksanaan pemungutan suara berbasis elektronik ini rencananya akan tersebar di 424 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Rangkaian persiapan intensif terus dimatangkan, mulai dari pelatihan operator desa, pembentukan tim teknis, hingga jadwal bimbingan teknis (bimtek).
Setiap TPS nantinya dibekali perangkat digital utama berupa dua layar monitor dan satu printer termal.
Selain itu, sebanyak 92 tim teknis disiagakan di masing-masing desa untuk mendampingi kelancaran proses pemungutan suara.
Baca Juga:
Bupati Dony Tegaskan Sumedang Siap Uji Coba Pilkades Digital Serentak di 92 Desa
Dua Mantan Pejabat Desa Resmi Bertarung di Pilkades Nanjungwangi Surian
Nantikan 20 Tahun, Kober Indah Jaya Sabandar Akhirnya Raih Bantuan Revitalisasi dari Kemendikdasmen
“Bimtek untuk panitia Pilkades digelar 12 Oktober. Sedangkan bimtek KPPS dilaksanakan berjenjang pada 15, 19, dan 20 Oktober,” jelas Widodo.
Langkah berani Sumedang ini mendapat apresiasi dari Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Ade Afrian.
Ia menilai Sumedang berpotensi menjadi benchmark atau percontohan nasional dalam digitalisasi demokrasi desa.
Menurut Ade, konsep Pilkades digital Jawa Barat dirancang efisien, aman, mudah digunakan, serta terjamin kerahasiaan suaranya.
Baca Juga:
Hisense Hadirkan AI Companion Suite, Wujudkan Konsep “Social Kitchen”
Chelsea FC Umumkan Kemitraan Global Terbaru dengan GAC
New Asia Forum Bidik Investasi US$30 Miliar untuk “New Asia” Lewat Edisi Perdana di Bali
“Sumedang bersama Pemprov Jabar bisa membuktikan Pilkades digital ini sukses dan menjadi contoh nasional,” tegas Ade.
Sejumlah daerah bahkan mulai melirik model inovasi ini. Kabupaten Cianjur dan Ciamis sudah menyatakan minat, sementara Pemprov Bali berencana melakukan studi banding.
“Begitu Sumedang fix menggelar pemungutan suara pada 28 Oktober, Cianjur dan Ciamis menjadikan Sumedang sebagai rujukan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Pilkades digital bukan sekadar mengganti kertas suara menjadi perangkat elektronik.
Inovasi ini adalah bentuk keberanian pemerintah desa untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi modern.
Bupati Dony meminta seluruh jajaran, mulai dari camat, panitia, hingga BPD, untuk tidak bersikap pesimistis.
“Teknologi harus kita taklukkan. Caranya dengan belajar, berlatih, dan membiasakan diri,” tegas Dony.
Ia optimistis Sumedang mampu mengeksekusi program ini karena ekosistem digital desa sudah terbangun kuat, seperti melalui penerapan E-Office Desa.
Kendati demikian, Bupati Dony mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkades tak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat.
Integritas dan kejujuran para penyelenggara di lapangan tetap menjadi kunci utama kesuksesan Pilkades.
“Panitia harus menjalankan tugas secara objektif, transparan, jujur, dan adil demi melahirkan pemimpin desa terbaik,” pungkasnya. ( Siti Kowati )














