HARIAN SUMEDANG — Sinergi lintas sektoral Koramil 1004 Tanjungsari, Polsek Pamulihan, dan Puskesmas Haurngombong membagikan ratusan masker kepada peserta Jambore Ranting Pramuka Kecamatan Pamulihan, Selasa (8/9/2026).
Aksi yang berlangsung di Dusun Cikubang, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang ini digelar untuk mengantisipasi dampak abu vulkanis dan memburuknya kualitas udara akibat musim kemarau serta cuaca ekstrem.
Langkah ini diambil untuk memastikan para pelajar dan peserta perkemahan dapat tetap berkegiatan di alam terbuka secara aman tanpa mengorbankan kesehatan pernapasan.
Pantauan sistem pemantauan cuaca menunjukkan kondisi atmosfer di Pamulihan kurang baik bagi kelompok rentan akibat tingginya konsentrasi materi partikulat yang diperparah fenomena kemarau.
Kondisi tersebut berpadu dengan potensi sebaran endapan abu vulkanis tipis dari Gunung Krakatau yang terbawa embusan angin hingga ke dataran tinggi Sumedang.
Danramil 1004 Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, menegaskan bahwa pembagian masker ini merupakan bagian dari mitigasi dini yang digalakkan jajarannya bersama instansi terkait.
“Kami mengimbau masyarakat melalui media dan Babinsa agar waspada menghadapi musim kemarau, dampak El Nino, serta potensi sebaran abu vulkanik Gunung Krakatau,” kata Kapten Inf Agus Hermawan.
Ia menambahkan, penggunaan masker dan kacamata pelindung sangat penting untuk mengantisipasi debu halus yang terbawa angin meski jarak gunung berapi tersebut cukup jauh.
Kapolsek Pamulihan, Iptu Iwan Kurniawan, turut menekankan pentingnya perlindungan ekstra bagi generasi muda yang sedang aktif berkegiatan di luar ruangan.
Baca Juga:
Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
“Ini adalah bentuk kepedulian dan upaya preventif kita bersama. Apalagi anak-anak Pramuka sedang melaksanakan perkemahan outdoor,” ujar Iptu Iwan Kurniawan.
Aksi tanggap darurat ini mendapat apresiasi dari pembina pramuka dan warga sekitar atas gerak cepat jajaran TNI-Polri serta tim kesehatan dalam mengedukasi masyarakat.
Menghadapi cuaca ekstrem pada September 2026, masyarakat imbau untuk menerapkan lima langkah pencegahan mandiri:
-
Gunakan Masker Standar: Manfaatkan masker bedah atau N95 saat beraktivitas di luar ruangan untuk menyaring partikel mikro dan debu vulkanis.
-
Lindungi Mata: Kenakan kacamata pelindung saat berkendara roda dua atau beraktivitas di ruang terbuka guna mencegah iritasi kornea.
-
Tutup Sumber Air Bersih: Tutup rapat penampungan air, sumur terbuka, atau tandon air agar tidak terkontaminasi endapan abu.
-
Konsumsi Air Putih Lebih Sering: Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan menjaga kelembapan saluran pernapasan.
Amankan Bahan Pangan: Cuci bersih buah dan sayuran yang disimpan di area terbuka sebelum dikonsumsi agar terbebas dari polutan. ( Dody NSH )







