BAZNAS Sumedang Luncurkan Lumbung Pangan Jagung untuk Entaskan Kemiskinan

- Pewarta

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program strategis ini berfokus pada komoditas jagung guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan.

Program strategis ini berfokus pada komoditas jagung guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan.

HARIAN SUMEDANG  — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang resmi meluncurkan Program Lumbung Pangan berbasis zakat. Acara peluncuran berlangsung di Kantor BAZNAS Sumedang pada Jumat (2/10/2026).

Program strategis ini berfokus pada komoditas jagung guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan.

Ketua BAZNAS Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., menegaskan bahwa Lumbung Pangan bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan fondasi ekonomi baru warga desa.

“Lumbung Pangan ini bukan hanya sekadar membangun program pertanian, tetapi bagaimana membangun kekuatan ekonomi masyarakat desa melalui pertanian,” kata Ayi dalam sambutannya.

Dana bantuan bagi kelompok penerima manfaat kini telah disalurkan. Teknis penanaman akan disesuaikan dengan datangnya musim hujan agar produktivitas panen berjalan optimal.

Program ini mengusung konsep Mustahik Menjadi Muzaki (M2M). Target utamanya adalah mendorong penerima zakat mencapai kemandirian hingga kelak mampu berzakat kembali.

“Target akhirnya adalah perubahan kehidupan. Dulu kami menerima bantuan, sekarang kami sudah mampu menerima sendiri, bahkan kami bisa membantu orang lain,” ujar Ayi.

Selain Lumbung Pangan, BAZNAS Sumedang juga mengelola program pemberdayaan lain seperti Z-Auto (bengkel), Z-Chicken (peternakan ayam), pemberdayaan disabilitas, dan Kartu Tangkis.

Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Agus Siswanto, mengapresiasi langkah ini dan menekankan pentingnya asesmen ketat, pendampingan intensif, serta monitoring berkala.

Agus menyebutkan bahwa narasi perubahan dari para mustahik merupakan aset terbesar dalam program pemberdayaan zakat.

“Cerita yang paling kuat adalah cerita dari para mustahik. Mereka sendiri yang menceritakan bagaimana transformasinya,” tutur Agus.

Melalui sinergi dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS Sumedang optimistis zakat dapat menjadi instrumen kebangkitan ekonomi yang melahirkan kemandirian masyarakat.

( Abdul Haris )

Berita Terkait

Bupati Dony Optimis Pada  Porprov XV 2026, Kabupaten Sumedang Tembus 10 Besar
Atasi Kendala Air, Program RJIT Kementan Sentuh Petani Ujungjaya Sumedang
Warga Sumedang Kehilangan Dompet Berisi Dokumen Penting dalam Perjalanan dari Semarang
Sambut Masa Pensiun, Kang Jek Siap “Edankan” Garasi Persib Sumedang di Desa Baginda
Bupati Dony Ahmad Munir: “Pancasila Jangan Cuma Dihafalkan, Tapi Dibumikan!”
Ketua DPRD Sumedang Ajak Generasi Muda Pertahankan Nilai Pancasila di Momen Hari Kesaktian Pancasila
Meninggalnya Sang Kades Senior di Cijambu Kecamatan Tanjungsari, Meninggalkan Jejak Tanya di Warga
5 Kandidat Siap Bertarung di Pilkades Cipamekar, Dadi Heryanto Usung Visi ‘MANTAP

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bupati Dony Optimis Pada  Porprov XV 2026, Kabupaten Sumedang Tembus 10 Besar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Atasi Kendala Air, Program RJIT Kementan Sentuh Petani Ujungjaya Sumedang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59 WIB

BAZNAS Sumedang Luncurkan Lumbung Pangan Jagung untuk Entaskan Kemiskinan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Sambut Masa Pensiun, Kang Jek Siap “Edankan” Garasi Persib Sumedang di Desa Baginda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Bupati Dony Ahmad Munir: “Pancasila Jangan Cuma Dihafalkan, Tapi Dibumikan!”

Berita Terbaru