KTH Geger Kibodas Desa Cibubuan Conggeang Membuka Lahan Pertanian Baru 8,8 Hektare

- Pewarta

Senin, 28 Oktober 2024 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KTH Geger Kibodas Dusun Lencang Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang terlihat antusias dan kompak membuka lahan untuk dijadikan lahan pertanian. ( Dok Hariansumedang.com / Priadi )

KTH Geger Kibodas Dusun Lencang Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang terlihat antusias dan kompak membuka lahan untuk dijadikan lahan pertanian. ( Dok Hariansumedang.com / Priadi )

HARIANSUMEDANG.COM – Fungsi Kelompok Tani Hutan ( KTH) sesuai Permen LHK Nomor P.89/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2018 sebagai media pembelajaran masyarakat.

Selain itu, meningkatkan kapasitas SDM, pemecahan permasalahan, kerja sama dan gotong royong, pengembangan usaha produktif, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan..

Seiring dengan regulasi tersebut, Kelompok Tani Hutan (KTH) Geger Kibodas Dusun Lencang Desa Cibubuan Kecamatan Conggeang terlihat antusias dan kompak membuka lahan untuk dijadikan lahan pertanian.

Ganda Suganda selaku penggagas terbentuknya KTH Geger Kibodas mengungkapkan, dampak dari bendungan Cipanas, maka perlu adanya pengalihan atau mencetak lahan pertanian baru.

Lahan atau hamparan tanah yang akan dijadikan tanah garapan bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Geger Kibodas terletak di Blok Asji dan Kibodas seluas kurang lebih 8,8 ha

” Tiada lain untuk mendongkrak ketahanan pangan serta mensejahterakan anggota kelompok. Bayangkan ratusan hektar lahan pertanian warga yang tergenang, berapa ton produksi padi hilang, “tandasnya.

Maka, kata Ganda, bila warga tidak berinisiatif mencetak lahan pertanian baru, perekomian warga akan parah. Karena itu, perlu meningkatkan produktivitas pertanian.

” Diantaranya melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat guna, penggunaan pupuk dan pestisida yang efisien, serta pengelohan lahan yang baik.” ujarnya lagi.

Ganda berharap pihak pemerintah harus mendorong gagasan ini. Dan perlu dikembangkan ke desa lainnya terutama bagi warga yang lahan pertaniannya terkena dampak bendungan Cipanas.(Priadi)***

Berita Terkait

Dari Sekolah Favorit hingga SMPN 1 Tanjungsari: Refleksi Akhir Masa Jabatan H. Edeng Sutarya
Wakil Ketua DPRD Sumedang Hadiri Pelantikan Kades Cintamulya dan Banyuresmi 
Sertijab Kapolres Sumedang: Bupati Dony Apresiasi Inovasi Sandityo Mahardika, Sambut AKBP Reza Ma’ruffi
Pembekalan Materi Self Leadership bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi di Sumedang
Bupati Dony Lantik Pengurus Forum OSIS Sumedang 2026–2027, Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Berkarakter
Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”
37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data
Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:19 WIB

Dari Sekolah Favorit hingga SMPN 1 Tanjungsari: Refleksi Akhir Masa Jabatan H. Edeng Sutarya

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

Sertijab Kapolres Sumedang: Bupati Dony Apresiasi Inovasi Sandityo Mahardika, Sambut AKBP Reza Ma’ruffi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pembekalan Materi Self Leadership bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi di Sumedang

Senin, 27 Juli 2026 - 16:55 WIB

Bupati Dony Lantik Pengurus Forum OSIS Sumedang 2026–2027, Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Berkarakter

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”

Berita Terbaru