MAJALENGKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Dawuan Majalengka dimulai hari Senin (27/10/2025)
Acara pembukaan dihadiri Ketua Yayasan Anak Sehat Sejahtera Indonesia , Suhardi Yakob, beserta tim , Kadisdik Majalengka H.Rd. Muhammad Ma,rup,S.Sos.,M.Si ,
Turun juga Kadis Kesehatan yang diwakili Kasubag Puskesmas Balida , Camat Dawuan Endang Hermawan,S.STP .,M.Si ,Kapolsek AKP Saepudin,S.Pd, Danramil Kapten Cba Sidik,
Turut menyaksikan Kades Genteng Budi Setiawan, Kades Gandu Iwan Kurniawan,SH dan Kades Balida Aay Iryando,S.Ip. Selaku tuan rumah, Kasek Supena,S.Pd.,M.Pd, Dewan Guru ,TU SMPN 2 Dawuan dan siswa-siswi.
Ketua Yayasan Anak Sehat Sejahtera Indonesia Suhardi Yakob owner SPPG Dapur Genteng mengatakan, MBG merupakan gagasan Presiden Prabowo unruk mensukseskan generasi emas 2045.
” Kami selaku pengusaha merasa bangga dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, karena program ini otomatis menyerap lapangan pekerjaan di setiap SPPG-nya ” tutur Suhardi.
Tidak berhenti di situ saja, imbuh Suhardi, setiap SPPG akan membutuhkan suplayer bahan-bahan yang dibutuhkan oleh dapur, ini juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat yang mau kerjasama.
Tujuan akhirnya, kata Suhardi, generasi sekarang masalah gizinya terpenuhi, maka ke depan angka gizi buruk bisa di tekan karena generasinya sudah pada sehat, sehingga ndonesia Emas di 2045 bisa terlaksana.
Sementara itu, Kadisdik H .Rd. Muhammad Umar M,rup ,S.Sos.,M.Si berharap MBG bisa dirasakan manfaatnya secara menyeluruh, karena di Kabupaten Majalengka sendiri akan di bangun 131 SPPG
Baca Juga:
Pameran Kanton ke-139 mencetak rekor baru dalam jumlah kehadiran pembeli luar negeri
Hisense Luncurkan XR10: Proyektor Premium yang Hadirkan Pengalaman Sinematik di Rumah
” Hingga sekarang baru 64 dapur yang sudah bisa beroperasi sedangkan yang lain belum, sementara untuk tingkat nasional MBG 30 000 dapur yang sudah terealisasi sekitar 11500, ” ujarnya.
Kadisdik berharap bagi siswa yang mungkin tidak suka/ alergi dengan makanan tertentu, ” Dipisah aja dulu dan makan dulu yang disukai, jangan sampai gak dimakan semuanya, ” harap Kadisdik. *** Haris








