HARIAN SUMEDANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang resmi meluncurkan Program Lumbung Pangan berbasis zakat. Acara peluncuran berlangsung di Kantor BAZNAS Sumedang pada Jumat (2/10/2026).
Program strategis ini berfokus pada komoditas jagung guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan.
Ketua BAZNAS Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., menegaskan bahwa Lumbung Pangan bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan fondasi ekonomi baru warga desa.
“Lumbung Pangan ini bukan hanya sekadar membangun program pertanian, tetapi bagaimana membangun kekuatan ekonomi masyarakat desa melalui pertanian,” kata Ayi dalam sambutannya.
Dana bantuan bagi kelompok penerima manfaat kini telah disalurkan. Teknis penanaman akan disesuaikan dengan datangnya musim hujan agar produktivitas panen berjalan optimal.
Program ini mengusung konsep Mustahik Menjadi Muzaki (M2M). Target utamanya adalah mendorong penerima zakat mencapai kemandirian hingga kelak mampu berzakat kembali.
“Target akhirnya adalah perubahan kehidupan. Dulu kami menerima bantuan, sekarang kami sudah mampu menerima sendiri, bahkan kami bisa membantu orang lain,” ujar Ayi.
Selain Lumbung Pangan, BAZNAS Sumedang juga mengelola program pemberdayaan lain seperti Z-Auto (bengkel), Z-Chicken (peternakan ayam), pemberdayaan disabilitas, dan Kartu Tangkis.
Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Agus Siswanto, mengapresiasi langkah ini dan menekankan pentingnya asesmen ketat, pendampingan intensif, serta monitoring berkala.
Agus menyebutkan bahwa narasi perubahan dari para mustahik merupakan aset terbesar dalam program pemberdayaan zakat.
“Cerita yang paling kuat adalah cerita dari para mustahik. Mereka sendiri yang menceritakan bagaimana transformasinya,” tutur Agus.
Melalui sinergi dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS Sumedang optimistis zakat dapat menjadi instrumen kebangkitan ekonomi yang melahirkan kemandirian masyarakat.
( Abdul Haris )







