Table of Contents
ToggleKabupaten Majalengka Raih Penghargaan Nasional dari Kemendagri
HARIANSUMEDANG.COM — Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Penjabat (Pj) Bupati Majalengka, Eman Suherman, sukses menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai salah satu kabupaten terbaik dalam pengendalian inflasi untuk Regional Jawa-Bali Tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang mengusung tema penguatan sinergi daerah, bertempat di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis malam (4/6/2026).
Apresiasi dari Kemendagri ini diberikan secara selektif kepada pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan kinerja paling efektif dan strategis dalam menjaga stabilitas harga, mengamankan pasokan pangan, serta menekan laju inflasi di wilayahnya sepanjang tahun berjalan.
Dalam keterangannya, Bupati Eman Suherman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah kerja individu, melainkan buah dari sinergi kolektif di lapangan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mengendalikan inflasi berjalan efektif. Ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh jajaran TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), pelaku usaha, instansi vertikal, serta dukungan penuh masyarakat dalam menjaga roda perekonomian tetap stabil,” ujar Eman, Jumat (5/6/2026).
Langkah Taktis Jaga Keterjangkauan Harga
Eman memaparkan, keberhasilan Pemkab Majalengka dalam meredam gejolak harga didorong oleh implementasi kebijakan yang konsisten dan terukur. Salah satunya melalui pemantauan dan pemetaan harga kebutuhan pokok secara real-time di seluruh pasar tradisional dan pusat distribusi utama.
Selain pengawasan ketat, Pemkab Majalengka juga secara masif mengintervensi pasar lewat program jaring pengaman ekonomi masyarakat.
“Kami tidak tinggal diam di meja. Monitoring dilakukan secara berkala. Begitu ada komoditas yang berpotensi memicu lonjakan harga, pemerintah langsung hadir melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar murah. Tujuannya satu, memastikan masyarakat tetap mampu menjangkau kebutuhan pokoknya,” tegasnya.
Motivasi Menuju ‘Majalengka Langkung Sae’
Kendati berhasil meraih predikat terbaik di level regional, Eman meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak cepat berpuas diri. Ia berharap penghargaan nasional ini dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan pangan daerah secara jangka panjang.
Baca Juga:
Media Inggris Memperkirakan Anak Asuh John Herdman Bakal Menghadapi Perlawanan Sengit dari Tim Tamu
Menguji Integritas Badan Gizi Nasional: Mungkinkah Pembusukan Telah Mencapai Ekor?
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan sebuah stimulan dan penyemangat agar kami terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik. Tantangan ekonomi ke depan dinamis, sehingga konsistensi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga harus tetap menjadi prioritas demi kesejahteraan warga Majalengka,” pungkasnya.
Melalui prestasi ini, Kabupaten Majalengka kian mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan iklim pertumbuhan ekonomi yang sehat, daya beli masyarakat yang terjaga, serta komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju visi Majalengka Langkung Sae (Majalengka Lebih Baik). Abdul Haris ****








