Sodetan Bendung Rentang Selamatkan 2.000 Hektar Sawah Jatitujuh dari Dampak Kemarau Ekstrem

- Pewarta

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN SUMEDANG  — Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat menangani ancaman kekeringan yang melanda sektor pertanian akibat fenomena iklim ekstrem El Nino. Bupati Majalengka, Eman Suherman, melakukan peninjauan langsung ke area persawahan di Kecamatan Jatitujuh untuk memastikan ketersediaan pasokan air bagi para petani setempat, Rabu (22/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Gatot Sulaeman, Kepala BPBD Agus Tamim, unsur Muspika Kecamatan Jatitujuh, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisangarung.

Terobosan Sodetan Sungai Selamatkan Ribuan Hektar Lahan

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan respons positif di sejumlah kawasan. Pembukaan sodetan air dari Bendung Rentang sejak sebulan lalu terbukti efektif mengatasi krisis air di enam desa kawasan Jatitujuh—meliputi Desa Jatitujuh, Jatitengah, Biyawak, Jatiraga, Pilangsari, dan Puteridalam.

Bupati Eman Suherman mengungkapkan, wilayah tersebut biasanya mengalami penurunan produktivitas yang signifikan saat musim kemarau.

“Biasanya saat kemarau panjang seperti ini, area yang bisa dipanen hanya sekitar 500 hektar. Namun, sejak aliran sodetan Bendung Rentang difungsikan, tercatat hampir 2.000 hektar lahan pertanian kini terpenuhi kebutuhan airnya dan terbebas dari risiko gagal panen,” jelas Eman.

Atas capaian ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BBWS Cimanuk Cisangarung atas sinergi dan langkah tanggapnya dalam mengalirkan air bagi lahan pertanian warga.

Pemetaan Masalah dan Solusi Strategis Penanganan Kekeringan

Kendati terdapat wilayah yang terselamatkan, peninjauan ini juga memetakan beberapa titik kritis yang memerlukan penanganan khusus:

  • Kecamatan Kertajati (Sawah Tadah Hujan): Mengalami kekeringan cukup parah akibat ketiadaan sumber air permukaan dan irigasi. Pemkab Majalengka tengah mengkaji rencana perluasan serta pengerukan kapasitas embung penampung air hujan sebagai solusi jangka panjang.

  • Desa Panyingkiran (Kecamatan Jatitujuh): Sebanyak 72 hektar lahan dipastikan mengalami gagal panen. Pengujian geolistrik mengindikasikan tidak adanya potensi air tanah untuk sumur bor. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengevaluasi pola tanam, termasuk mendorong peralihan ke tanaman palawija yang lebih hemat air.

Respon dan Harapan Petani

Langkah proaktif pemerintah daerah mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Aep (56), seorang petani asal Desa Panyingkiran, menyatakan apresiasinya atas kehadiran jajaran pemerintah dan instansi terkait di lokasi persawahan mereka. Menurutnya, kehadiran pejabat teknis secara langsung memberikan kepastian dan optimisme bagi para petani yang terdampak kemarau.

Ke depan, Pemkab Majalengka berkomitmen melanjutkan langkah strategis, mulai dari normalisasi sarana penampung air hingga penataan regulasi pola tanam adaptif guna menjaga ketahanan pangan daerah di tengah dinamika iklim. ( Abdul Haris )

Sumber Informasi: Siaran Press Release Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka, diterbitkan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Berita Terkait

Haornas 2026, Pemkab Majalengka Sawer Atlet dan Pelatih .
Bukti Efektivitas Program Labelisasi, Bupati Majalengka Serahkan Bansos PKH Disabilitas kepada Anak Lumpuh Layu 
Diskominfo Majalengka Gercep Kasus Kecelakaan Warga Akibat Kabel Provider Putus Dengan Memanggil APJATEL
Pemkab Majalengka Pastikan PPPK Paruh Waktu Tidak Dirumahkan, Pegawai Diminta Tetap Fokus
Lansia Tukang Becak di Majalengka Mendapat Bantuan Becak Listrik
Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
Kebakaran Gunung Geulis Terjadi di Wilayah Ini, Bukan Sumedang tapi Ladang Warga Sampai Ludes
Dinsos Majalengka Minta Warga Pahami Mekanisme Perubahan Desil Bansos, Penentu Ada di BPS

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Haornas 2026, Pemkab Majalengka Sawer Atlet dan Pelatih .

Rabu, 9 September 2026 - 12:38 WIB

Bukti Efektivitas Program Labelisasi, Bupati Majalengka Serahkan Bansos PKH Disabilitas kepada Anak Lumpuh Layu 

Selasa, 8 September 2026 - 19:19 WIB

Diskominfo Majalengka Gercep Kasus Kecelakaan Warga Akibat Kabel Provider Putus Dengan Memanggil APJATEL

Jumat, 4 September 2026 - 18:30 WIB

Pemkab Majalengka Pastikan PPPK Paruh Waktu Tidak Dirumahkan, Pegawai Diminta Tetap Fokus

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Lansia Tukang Becak di Majalengka Mendapat Bantuan Becak Listrik

Berita Terbaru

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB