Table of Contents
ToggleSarat Makna Budaya Sunda, Pelepasan Siswa SMPN 4 Jatinangor Usung Tema “MBG”
JATINANGOR – Kemeriahan menyelimuti acara paturay tineung atau pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 4 Jatinangor yang digelar pada Sabtu (20/6). Berbeda dari biasanya, acara pelepasan tahun ini tampil unik dengan mengangkat tema “MBG”. Bukan merujuk pada program Makan Bergizi Gratis, akronim tersebut merupakan singkatan dari bahasa Sunda, yaitu Mapag Béntang Gumilang.
Tema ini bukan sekadar rangkaian kata yang indah didengar, melainkan sebuah doa, harapan, sekaligus pesan kehidupan bagi seluruh siswa yang akan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Kata “Mapag” berarti menyambut atau menjemput, sementara “Béntang” melambangkan cita-cita, harapan, dan tujuan hidup yang bersinar layaknya bintang di langit malam. Adapun “Gumilang” berarti cemerlang, gemilang, penuh keberhasilan, dan membawa kebanggaan—baik secara prestasi maupun karakter pribadi yang berilmu, berakhlak baik, serta bermanfaat bagi sesama.
Dengan demikian, “Mapag Béntang Gumilang” dimaknai sebagai semangat untuk menyongsong cita-cita dan masa depan yang cemerlang dengan penuh keyakinan, usaha, dan doa. Tema filosofis ini pun diperkuat dengan ungkapan mendalam:
“Sungsi harepan sing teuneung, mangka jeneng nu dipareng.”
Artinya, dalam menggapai harapan dan cita-cita, para siswa harus memiliki keberanian, keteguhan hati, dan semangat pantang menyerah. Sebab, setiap keberhasilan besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ketika keberanian, kesabaran, dan kerja keras menyertai setiap usaha, maka atas izin Allah Swt., keberhasilan dan kemuliaan yang dicita-citakan akan terwujud pada waktunya.
Sosialisasi Jenjang Lanjutan dan Kehadiran Tokoh Masyarakat
Sebelum prosesi utama dibuka, acara diawali dengan sesi sosialisasi dari lima SMA/SMK di wilayah sekitar guna memberikan gambaran kelanjutan studi bagi para siswa. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMA/SMK Darul Fatwa, SMA/SMK Yadika, SMK Babul Kamil, SMK Pasundan, serta SMK Padjadjaran yang juga turut membantu meliput jalannya acara dan dokumentasi.
Acara yang khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Jatimukti, Bapak Roni Hermawan, jajaran Komite Sekolah yang diwakili oleh Bapak Yayat Ruhiyat dan Bapak Engkos, serta perwakilan Babinmas/Babinsa Desa Jatimukti, Bapak Wahyu. Kehadiran mereka bersama seluruh orang tua murid kelas IX semakin menambah kehangatan dan dukungan moril bagi para lulusan.
Pesona Seni Tradisional, Apresiasi Murid, dan Pameran Karya
Nuansa adat Sunda terasa sangat kental sejak awal hingga akhir acara. Atmosfer budaya ini semakin diperkuat oleh sambutan Kepala SMPN 4 Jatinangor, Dr. Cucu Suhartini, M.Hum. Dalam pidatonya, Dr. Cucu menggunakan bahasa Sunda halus (lemes) yang fasih dan berkarakter, memberikan pesan mendalam kepada para orang tua murid.
Baca Juga:
Pilkades Buahdua 2026: Pendaftaran Belum Dibuka, Figur Bakal Calon Sudah Ramai Dibicarakan
Camat Tanjungsari Hadiri Tradisi Ruat Jagat Tolak Bala di Ponpes At-Taufiqiah Kadakajaya
Putra Padjajaran Enterprise Hadir Lagi di Tanjungsari, Hiburan Rakyat Sebulan Penuh
“Nitip ka ibu sadayana murangkalih kelas 9. Kahiji, ngawilujengkeun rehna para putrana parantos ngarengsekeun sakolana di tingkat pendidikan menengah. Nu kadua, titip supados murangkalihna terus ditalungtik sareng dirojong pikeun neruskeun sakola ka jenjang nu luwih luhur,” tutur Dr. Cucu.
(Saya menitipkan seluruh anak-anak kelas 9 kepada para ibu sekalian. Pertama, mengucapkan selamat atas selesainya pendidikan putra-putri Bapak/Ibu di tingkat sekolah menengah pertama. Kedua, saya menitipkan agar anak-anak terus dipantau dan didukung untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi).
Kemeriahan acara semakin memuncak dengan penampilan prosesi seni Upacara Adat Ki Lengser yang dibawakan secara apik oleh para siswa. Diiringi alunan musik gamelan khas Sunda yang ritmis dan dinamis, penampilan ini berhasil memukau seluruh tamu undangan yang hadir. Selain upacara adat, panggung utama juga diguncang oleh berbagai kreativitas seni siswa, mulai dari tari daerah, paduan suara, hingga musikalisasi puisi yang menyentuh hati. Momen haru sekaligus bangga juga terasa saat sekolah memberikan apresiasi terbaik untuk murid-murid berprestasi.
Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan di atas panggung, SMPN 4 Jatinangor juga memanfaatkan momen ini untuk memamerkan kreativitas pelajarnya. Di sudut-sudut area, dipajang berbagai hasil kerajinan tangan orisinal karya siswa, mulai dari kain batik tulis yang detail hingga kerajinan unik lainnya di stand khusus muatan lokal khas SMPN 4 Jatinangor. Pameran ini menjadi bukti nyata keberhasilan sekolah dalam mengasah aspek kognitif sekaligus keterampilan motorik dan seni berbasis kearifan lokal.
Kemeriahan acara ini juga tidak lepas dari dukungan para sponsor seperti Mie Sedaap, Milku, dan Rabbani yang turut membuka stand di lokasi acara.
Melalui perayaan paturay tineung ini, seluruh alumni SMPN 4 Jatinangor diharapkan tidak hanya mendapatkan momentum perpisahan yang berkesan, tetapi juga menjadikan momen ini sebagai gerbang awal untuk melangkah pasti dalam menjemput masa depan yang gemilang (Mapag Béntang Gumilang) dengan tetap memegang teguh akar budaya Sunda yang kuat. ( Tatang Tarmedi ) ***








