Amorphophallus titanum Becc Kembali Mekar Untuk Ketujuh Kalinya, Dilestarikan Berdasar UU Nomor 7 Tahun 1999

- Pewarta

Minggu, 2 Juni 2024 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amorphophallus titanum Becc atau dikenal dengan nama bunga bangkai i mekar sempurna tepat pada Sabtu (25/5) pukul 22.03 WIB dengan tinggi spadik 340 sentimeter dan lebar spatanya 159 cm. (Sumber : BRIN)

Amorphophallus titanum Becc atau dikenal dengan nama bunga bangkai i mekar sempurna tepat pada Sabtu (25/5) pukul 22.03 WIB dengan tinggi spadik 340 sentimeter dan lebar spatanya 159 cm. (Sumber : BRIN)

HARIANSUMEDANG.COM –Amorphophallus titanum Becc atau dikenal dengan nama bunga bangkai i mekar sempurna tepat pada Sabtu (25/5) pukul 22.03 WIB dengan tinggi spadik 340 sentimeter dan lebar spatanya 159 cm.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Bunga tersebut mekar untuk ke tujuh kalinya pertama kali mekar tahun 2003, dengan tinggi mencapai 2,7 meter. Tahun 2007, bunga tersebut mekar kembali dengan ketinggian mencapai 3,17 meter,

Tahun 2011 terus mencapai 3,2 meter, tahun 2016 mencapai 3,735 meter, tahun 2017 mencapai 3,4 meter, dan tahun 2020 mencapai 3,52 meter.

Menurut data hasil pemantauan unit pengelolaan koleksi ilmiah Kebun Raya Cibodas, tunas bunga yang saat ini mekar mulai teramati pada 28 Februari 2024

Diketahui, tahun 2016 tinggi bunga individu tanaman ini mencapai 3,735 meter. Namun setelah itu, tinggi bunganya belum ada yg mencapai 3,7 meter atau lebih.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Destri, mengatakan, ketika berbunga pada 2016 (3,735 meter) dan langsung berbunga lagi di 2017 (3,4 meter) tanpa ada fase vegetatif.

Sehingga, mempengaruhi cadangan makanan yang terdapat di umbi, karena untuk sekali berbunga akan membutuhkan energi besar.

“Karenanya, tanaman ini butuh waktu untuk memasok cadangan energi di umbi. Hingga suatu saat nanti bisa kembali pada kondisi yang sama dengan tahun 2016 atau mungkin lebih,” kata Destri.

Destri menjelaskan, jika nanti akan ada masa tanaman bunga bangkai berada fase fenomena, , saat cadangan makanan terkumpul sangat banyak, maka tanaman ini akan berbunga dengan ketinggian yang lebih dari biasanya.

Tanaman yang memiliki bentuk perbungaan menjulang tinggi dengan tongkol atau spadiks yang dikelilingi oleh seludang bunga (spatha) yang saat mekar berwarna merah hati ini termasuk tanaman asli Indonesia endemik Sumatera.

Tanaman ini selain memiliki aroma yang khas seperti bau bangkai, juga mempunyai perbungaan terbesar di dunia atau disebut sebagai the giant inflorescent in the world.

Tanaman ini memiliki masa berbunga empat tahun sekali dengan tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (berdaun), generatif (berbunga), dan fase dorman (istirahat).

Saat tanaman ini berbunga, kita hanya bisa menikmatinya selama tiga hingga lima hari. “Hal tersebutlah yang menarik perhatian masyarakat untuk melihatnya,” tambah Destri.

Tanaman yang termasuk dalam kategori spesies terancam punah berdasarkan penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) tahun 2018 ini pun dilindungi keberadaannya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

(Tatang Tarmedi / BRIN) ***

 

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berita Terkait

Dua Mantan Gubernur Jabar Bintangi Sinetron Kabayan Milenial 2 Tayang di TVRI Nasional Setiap Sabtu Sore
Sempat Dirawat di RS Immanuel Bandung, Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Meninggal Dunia
Wisuda SMK Negeri 1 Kadipaten Majalengka Berjalan Meriah Amanat Kepsek  ‘Jaga Semangat  Untuk Mencapai Tujuan ‘
Begini Kronologi Bus Terguling di Ciater yang Tewaskan 11 Orang Rombongan SMK Lingga Kencana Depok
Bansos di Jawa Barat pada Tahun 2020 sampai 2023 Terbesar di 7 Kabupaten, Cek Wilayahnya di Sini
Sebanyak 267 Rumah Warga Beberapa Wilayah Terdampak Bencana, Hari Ketiga Pasca Gempa Garut
Akibat Aktivitas Sesar Cugenang, Gempa dengan Kekuatan Magnitudo 3,1 Landa Cianjur dan Sukabumi
Rusak Sejumlah Bangunan di Berbagai Wilayah Kabupaten di Jawa Barat, Gempa M6,2 di Garut
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Juni 2024 - 16:26 WIB

Dua Mantan Gubernur Jabar Bintangi Sinetron Kabayan Milenial 2 Tayang di TVRI Nasional Setiap Sabtu Sore

Minggu, 2 Juni 2024 - 05:58 WIB

Amorphophallus titanum Becc Kembali Mekar Untuk Ketujuh Kalinya, Dilestarikan Berdasar UU Nomor 7 Tahun 1999

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:40 WIB

Sempat Dirawat di RS Immanuel Bandung, Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Meninggal Dunia

Minggu, 19 Mei 2024 - 10:19 WIB

Wisuda SMK Negeri 1 Kadipaten Majalengka Berjalan Meriah Amanat Kepsek  ‘Jaga Semangat  Untuk Mencapai Tujuan ‘

Minggu, 12 Mei 2024 - 08:19 WIB

Begini Kronologi Bus Terguling di Ciater yang Tewaskan 11 Orang Rombongan SMK Lingga Kencana Depok

Selasa, 30 April 2024 - 08:46 WIB

Bansos di Jawa Barat pada Tahun 2020 sampai 2023 Terbesar di 7 Kabupaten, Cek Wilayahnya di Sini

Senin, 29 April 2024 - 13:28 WIB

Sebanyak 267 Rumah Warga Beberapa Wilayah Terdampak Bencana, Hari Ketiga Pasca Gempa Garut

Senin, 29 April 2024 - 07:36 WIB

Akibat Aktivitas Sesar Cugenang, Gempa dengan Kekuatan Magnitudo 3,1 Landa Cianjur dan Sukabumi

Berita Terbaru