Bagaimana Keadaan Sebenarnya di Bulan ? Simak Pembeberan Fakta Dari NASA ini

- Pewarta

Jumat, 13 September 2024 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penjelajah bulan Artemis akan menemukan bentang alam terjal yang memerlukan keterampilan untuk melintasinya. ( sumber: nasa.giv / Tatang Tarmedi)

Para penjelajah bulan Artemis akan menemukan bentang alam terjal yang memerlukan keterampilan untuk melintasinya. ( sumber: nasa.giv / Tatang Tarmedi)

HARIANSUMEDANG.COM – Karena sinar matahari di Kutub Selatan Bulan menyapu permukaan secara horizontal, sinar tersebut menyentuh tepian kawah, tetapi tidak selalu mencapai dasarnya.

Beberapa kawah yang dalam tidak pernah disinari matahari selama miliaran tahun, sehingga suhu di sana dapat turun hingga minus 334 F.

Itu hampir tiga kali lebih dingin daripada suhu terendah yang tercatat di Antartika. Di sisi ekstrem lainnya, area yang terkena sinar matahari langsung, seperti tepian kawah, dapat mencapai suhu 130 F.

Tampilan animasi Bumi yang muncul di bawah cakrawala seperti yang terlihat dari Kutub Selatan Bulan. Visual ini dibuat menggunakan peta elevasi digital dari altimeter laser LRO, LOLA.

Tidak seperti Bumi, Bulan tidak memiliki atmosfer tebal yang dapat menyebarkan cahaya biru, sehingga langit pada siang hari berwarna hitam. Astronot akan melihat kontras yang mencolok antara langit yang gelap dan tanah yang terang.

Pemandangan Bulan dari atas, dimulai dengan warna alami dari kejauhan dan berubah menjadi elevasi berkode warna saat kamera mendekat. Visual tersebut menangkap medan kasar di area Kutub Selatan bulan.

Visual ini mencakup kunci warna dan bilah skala animasi. Visual ini dibuat menggunakan peta elevasi digital dari altimeter laser NASA LRO, LOLA.

Para penjelajah bulan Artemis akan menemukan bentang alam terjal yang memerlukan keterampilan untuk melintasinya.

Bulan memiliki gunung, lembah, dan ngarai, tetapi fitur yang paling menonjol bagi para astronot di permukaannya mungkin adalah jutaan kawahnya.

Di dekat Kutub Selatan, kawah yang menganga dan bayangan yang panjang akan menyulitkan para astronot untuk bernavigasi.

Namun, dengan pelatihan dan perlengkapan khusus, para astronot akan siap menghadapi tantangan tersebut. Sumber : nasa.gov (Tatang Tarmedi) ***

 

Berita Terkait

Kementerian Luar Negeri: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia
Dialog Kenegaraan Presiden Prabowo: Simbol Persatuan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
Pelatih Valencia CF dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia
Katerina Lisina Wanita Berkaki Paling Panjang di Dunia Pada Usia 16 Tahun Tinggi Badannya 198 Cm
Tempat- Tempat Menyeramkan di Dunia Termasuk Rumah Pembunuhan Kapak Villisca dan Pulau Boneka
Muslim Uighur Xinjiang dipaksa Bekerja Agar Mereka Tidak Melakukan Ibadah Puasa ?
Lalit Patidar ‘Manusia Serigala’ dari India, Ia Memiliki 201, 72 Helai Rambut Per Sentimeter Persegi Kulit
UEA Kerahkan Pesawat Nirawak Untuk Melihat Bulan Sabit Tipis Penanda Dimulai Ramadan 2025

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:31 WIB

Kementerian Luar Negeri: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:10 WIB

Dialog Kenegaraan Presiden Prabowo: Simbol Persatuan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Senin, 29 Desember 2025 - 04:15 WIB

Pelatih Valencia CF dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:03 WIB

Katerina Lisina Wanita Berkaki Paling Panjang di Dunia Pada Usia 16 Tahun Tinggi Badannya 198 Cm

Selasa, 13 Mei 2025 - 01:54 WIB

Tempat- Tempat Menyeramkan di Dunia Termasuk Rumah Pembunuhan Kapak Villisca dan Pulau Boneka

Berita Terbaru