MAJALENGKA – PT Wangsa Syahitu Dewantara salah satu penangkar dan pembudidaya ikan gurame yang tergolong beken.
Ikan gurame yang dikembangkan perusahaan ini dari jenis Ikan Gurame Sugih Mukti, varietas baru namun memiliki beberapa keunggulan.
Sebagaimana yang diungkapkan Kakang, Sang Pengusaha Gurame Sugih Mukti, keunggulan ikan gurame ini berkapasitas telur 7000 – 12000 butir per satu induk.
Pertumbuhannya lebih cepat dibanding gurame varietas lama, dan tingkat mortalitasnya tergolong rendah, dibawah 5 persen, asal sesuai SOP.
Kata Kakang, gurame Sugih Mukti merupakan hasil Silangan dari beberapa jenis gurame unggulan seperti Gurame Galunggung, Jepung dan Porselen.
Tempat penangkarannya itu sendiri berada di Blok Saptu Dukuh Beledug Girang Desa Kulur Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka.
Kakang merasa siap, dengan berbekal 280 ekor indukan dan 3000 calon indukan yang ada, untuk menjadi mitra Pemerintah dalam mensukseskan program Ketahanan Pangan Hewani.
Ia punya kejaran, untuk mengembalikan sejarah lama, ikan gurame di pesantren yang sudah dilaksanakan pertama dengan Pondok Pesantren shobarul Yaqin Kawung Hilir.
” Kami juga siap bermitra dengan perorangan ,lembaga Pemerintah / swasta yang ingin kerja sama di bidang ini dengan memberikan benih berkualitas tinggi, ” ucapnya.
Baca Juga:
Selain penyediaan benih, PT Wangsa Syahitu Dewantara juga siap untuk
Bimtek yang berkelanjutan, menyediakan pasar serta peralatan penunjang yang lengkap dan mudah .
” Kami mengajak kepada masyarakat untuk mengoptimalkan kolam dari kolam pais poho menjadi kolam produktif yang bisa dijadikan alat untuk meningkatkan sumber tambahan pendapatan,” ajaknya.
Tentang peluang pasar, lanjut Kakang, untuk wilayah Jabodetabek saja 50 ton/ bulan, itu permintaan pasar lokal belum lagi kalau berbicara luar, ,kuota semakin besar, kalau saja masyarakat jeli.
” Khususnya para generasi milenial, bisa membaca peluang usaha tadi, tidak usah repot cari kerja, tapi akan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, asal kita punya potensi bagus dan siap menjadi pelaku usahanya, ” saran Kakang.
Baca Juga:
Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Kakang juga memberikan kesempatan kepada masyarakat, dilingkungan pondok pesantren atau kelembagaan lain untuk kolaborasi dalam mensukseskan program Ketahanan Pangan.
” Kami telah bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga antara lain, SUAD TNI AD, Kementerian Desa , pemerintah Desa dan BUMDes di berbagai Wilayah, Dinas Perikanan,Balai Karantina Ikan serta Balai Penanggulangan Hama dan Penyakit
Terkait upaya pembudidayaan, Kakang diantaranya menguraikan langkah Fermentasi Air, bahan dasar yang diperlukan, terdiri pohon pisang, kohe, garam, probiotik , cara dan lamanya permentasi sebelum ditanami ikan,
Cara perawatan ikan ketika baru masuk kolam, cara membibit, pemberian pakan khusus yang bertujuan agar mudah dicerna oleh ikan dan pakan aman karena amoniaknya sudah rendah.
Selain itu tadi, Kakang juga mengurai tentang fungsi pemberian pakan daun daunan, prosentase antara pakan daun dengan pakan toko, SOP pemberian pakan di musim hujan, penanganan ikan ketika nafsu makan berkurang.
“Langkah lainnya, pengamatan yang berkelanjutan yang harus dibarengi dengan pemberian ramuan untuk pencegahan hama penyakit , pengaturan ketinggian air untuk penyesuaian kenyamanan ikan, ” pungkasnya.*** Haris








