HARIAN SUMEDANG — Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa Dinas Sosial merupakan garda terdepan sekaligus representasi kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Gabungan Pegawai dan Mitra Dinas Sosial Kabupaten Sumedang di halaman Kantor Dinas Sosial, Senin (3/8/2026).
Kegiatan apel pagi tersebut dirangkaikan dengan Gelar Kreativitas Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini berlangsung semarak dengan nuansa kebudayaan, di mana para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara.
Table of Contents
TogglePerkuat Kolaborasi dan Apresiasi Insan Sosial
Dalam amanatnya, Bupati Dony mengapresiasi kebersamaan dan nuansa kebudayaan yang dihadirkan dalam apel tersebut. Menurutnya, momentum ini tidak hanya memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga mempererat soliditas dan sinergi antara Dinas Sosial dengan segenap mitra kerja.
“Kunci keberhasilan pelayanan sosial adalah kolaborasi. Tidak ada satu institusi yang mampu bekerja sendiri. Dengan sinergi yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal dan berdampak,” ujar Dony.
Apel gabungan ini diikuti oleh jajaran pegawai Dinas Sosial serta berbagai unsur mitra sosial, antara lain:
-
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)
-
Taruna Siaga Bencana (Tagana)
-
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
-
Pekerja Sosial Masyarakat (PSM)
-
Karang Taruna
-
Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskessos)
-
Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)
-
Tokoh masyarakat dan unsur kewilayahan
Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan sosial yang telah bekerja tanpa kenal lelah melayani warga miskin, penyandang masalah kesejahteraan sosial, korban bencana, hingga kelompok rentan lainnya.
Tiga Pesan Utama untuk Pelayanan Sosial
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dony menyampaikan tiga instruksi utama sebagai pedoman kerja bagi seluruh jajaran Dinas Sosial dan para mitra:
-
Bekerja dengan Hati — Memastikan setiap tugas yang dijalankan bukan sebatas gugur kewajiban, melainkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
-
Melayani dengan Empati — Menghadirkan pelayanan yang ramah, menghargai setiap warga yang datang, dan menciptakan rasa nyaman sejak pertama kali memasuki lingkungan pelayanan.
-
Berinovasi Tiada Henti — Menciptakan terobosan dan kolaborasi berkelanjutan agar pelayanan sosial berjalan lebih cepat, tepat sasaran, adaptif, serta mampu menjawab dinamika kebutuhan warga.
Mendorong Kemandirian Masyarakat
Di samping tiga pesan utama tersebut, Bupati Sumedang mendorong para pendamping sosial untuk terus mengedukasi dan mengubah pola pikir masyarakat agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Ia menekankan bahwa indikator keberhasilan program sosial terletak pada peningkatan kesejahteraan warga, bukan pada lamanya pemberian bantuan.
Baca Juga:
“Keberhasilan pendamping bukan diukur dari banyaknya penerima bantuan, tetapi ketika masyarakat mampu bangkit, mandiri, dan beralih dari tangan yang menerima menjadi tangan yang memberi,” pungkas Dony. ( Siti Kowati )






