HARIANINDONEISA.COM – Ketua Umum (ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya hilirisasi di Indonesia.
Demi menciptakan negara yang kuat dan makmur, sesuai amanah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu Prabowo Subianto sampaikan saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di DPP Golkar, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2023.
Kuliah umum bertema “Executive Education Program for Young Political Leaders” Batch-13 yang diselenggarakan Golkar Institute.
“Strategi kita sudah benar yang disampaikan Jokowi, yaitu hilirisasi,” kata Prabowo Subianto.
Baca artikel lainnya, di sini: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto Sebut Ekonomi Pancasila adalah Ekonomi Jalan Tengah
Hilirisasi yaitu menciptakan kemampuan dalam mengolah bahan baku.
Sehingga menghasilkan barang dengan nilai tambah yang tinggi dan tentunya berdampak pada meningkatnya pemasukan bagi Indonesia.
“Artinya adalah kita tidak mau jadi penyuplai bahan baku. Kita mau bahan baku harus diolah di Indonesia untuk menjadi bahan-bahan.”
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
“Barang-barang yang punya nilai tambah sehingga penghasilan kita akan tambah luar biasa,” jelas Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto lalu mencontohkan Jepang yang sukses mengolah limbah dari refinery yang menghasilkan BBM.
Prabowo Subianto menjelaskan, limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
“Penyuling itu 70 persen menghasilkan BBM dikonsumsi oleh masyarakat Jepang, 30 persennya adalah limbah.”
Baca Juga:
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
“Tapi limbah itu malah bisa digunakan menjadi turunan-turunan yg bermanfaat.”
“Dari penyuling itu menghasilkan 40 pabrik industri menengah. Dari 40 itu menghasilkan 60 ribu pabrik hilir,” ungkap Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto melanjutkan, puluhan ribu pabrik itu mampu mengkaryakan ratusan ribu orang, termasuk anak-anak muda.
Prabowo Subianto lalu membagikan pengalamannya saat ke Amerika Serikat.
Prabowo Subianto melihat air kelapa dalam kemasan marak dijual di berbagai tempat.
Menurut Prabowo Subianto, hal itu menunjukkan bahwa sumber daya alam melimpah saja tidak cukup
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Kebangkitan Desa Pegunungan: “Homestay Economy” di Guizhou Jadi Angin Segar bagi Desa-Desa Etnik
Jika tidak diolah oleh sumber daya manusia yang mumpuni.***











