HARIANSUMEDANG.COM — SMA Negeri 2 Cimalaka Kabupaten Sumedang sedang proses transformasi setelah terpilih dan ditetapkan sebagai sekolah penggerak.
SMA Negeri 2 Cimalaka terpilih menjadi Sekolah Penggerak angkatan III berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Menurut Titin Suryati Sukmadewi, Kepala SMA Negeri 2 Cimalaka, sebagai sekolah penggerak, satu prestige sekaligus tantangan baru bagi dirinya maupun bagi sekolah.
” Alhamdulillah, 8 Agustus 2022 turun keputusan SMA Negeri 2 Cimalaka ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak dari Dirjen itu ” kenangnya
Titin optimis SMA Negeri 2 Cimalaka bisa jalankan program itu, pasalnya tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Cimalaka berpotensi untuk bisa taklukan tantangan itu.
” Guru-guru memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi , iklim kolaborasi pun sangat baik untuk mewujudkan kegiatan atau program yang berorientasi terhadap kemajuan peserta didik, ” imbuh Titin.
Sebagai Sekolah Penggerak, lanjut Titin, harus fokus pada pengembangan hasil belajar secara holistik, mencakup literasi, numerasi dan karakter serta mewujudkan siswa yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.
” Kami juga membangun ekosistem sekolah yang dapat mengembangkan potensi murid, menggairahkan kolaborasi, menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung well-being murid, ” terangnya.
Menurutnya, setiap kegiatan pembelajaran dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan literasi, numerasi dan karakter dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
Baca Juga:
Dorong UMKM Go Digital, Bupati Sumedang Diganjar Apresiasi Konektivitas Digital 2026
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Pembelajaran berdiferensiasi, terang Titin, memfasilitasi adanya perbedaan minat, kesiapan maupun gaya belajar siswa masing-masing, sehingga diharapkan setiap potensi murid dapat berkembang dengan optimal.
Lalu, lanjutnya lagi, perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu bagaimana sekolah menyusun program dengan mempelajari hasil Rapor Pendidikan, melalui langkah Identifikasi, Refleksi, dan Benahi.
Selain itu, katanya, mempelajari akar masalah, faktor dan kegiatan apa saja yang harus ditingkatkan dan diperbaiki sehingga bermuara pada tersusunnya Rencana Kerja Tahunan (RKH) kepala sekolah.
Lainnya lagi, ujar Titin, menerapkan disiplin positif, siswa melakukan kesepakatan bersama dengan sekolah, sehingga ketika ada aturan yang dilanggar, tidak lagi disebut hukuman, namun konsekuensi berdasarkan kesepakatan bersama tadi.
Baca Juga:
Sekolah Penggerak, masih kata Kepsek penyuka olah raga beladiri ini, harus miliki Komunitas Belajar di sekolah,
sehingga kegiatan pembelajaran di kelas memiliki kualitas yang semakin baik.
” Komunitas Belajar akan hidup dan aktif apabila semua anggota menyadari pentingnya budaya refleksi, belajar dan sharing, sehingga kegiatan pembelajaran di kelas memiliki warna dan berkualitas, ” terangnya.
Kegiatan yang dilaksanakan terkait literasi, lanjut Titin, adalah SAGUSAKU siswa membaca Satu Minggu Satu Buku mereka memberikan laporan menggunakan AIH (Alasan Pemilihan Buku, Isi buku).
” Hal positif dari program tadi, siswa menjadi hobi membaca. Adapun buku yang mereka baca adalah buku-buku fiksi, ” ungkapnya.
Kepsek Titin berharap program yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Cimalaka, mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga semua potensi siswa bisa berkembang..
(Tatang Tarmedi) ***
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam










