HARIAN SUMEDANG – Duka mendalam menyelimuti Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sumedang.
Syamsi Suparman, sosok kepala desa tertua dari segi usia di wilayah tersebut, telah berpulang.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam dan rasa tak percaya bagi warga yang mengenalnya.
Jasad Kepala Desa Cijambu ini ditemukan di area perkebunan, hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematiannya.
Tubuhnya ditemukan dalam posisi tergantung di tengah rindangnya pepohonan perkebunan.
Dugaan sementara menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh almarhum.
Bagi warga Desa Cijambu, sosoknya bukan sekadar pemimpin administratif.
Setiap pagi, ia selalu menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di kantor desa.
Baca Juga:
Bupati Dony Ahmad Munir: “Pancasila Jangan Cuma Dihafalkan, Tapi Dibumikan!”
Ketua DPRD Sumedang Ajak Generasi Muda Pertahankan Nilai Pancasila di Momen Hari Kesaktian Pancasila
Sungrow Dukung Sistem BESS Skala Besar di Kamboja dengan Fitur “Black Start”
Ia terbiasa tiba jauh sebelum para perangkat desa lainnya datang membuka pintu.
Ketenangan dan kesederhanaan adalah ciri khas yang selalu melekat padanya.
Mantan pendidik ini bukanlah tipikal pejabat yang gemar banyak bicara.
Namun, kepemimpinannya hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G dengan Kristal Safir Biru
94th CMEF, Pameran Industri Perangkat Medis Terkemuka Dunia, Digelar di Beijing pada 21-24 Oktober
Dalam setiap kegiatan kerja bakti, ia selalu memegang cangkul dan turun langsung berbaur bersama warga.
Bukan hanya di pemerintahan, almarhum juga mengabdikan hidupnya di jalur keagamaan.
Peran aktifnya pernah mengabdi di MUI Desa Cijambu menjadi bukti pengabdian spiritualnya yang konsisten.
Kini, langkah prapagi Sang Kades di kantor desa tak akan terdengar lagi.
Desa Cijambu kehilangan sosok teladan yang mengabdi hingga napas terakhirnya dalam keheningan.
(Tang)









