HARIANSUMEDANG.COM – Tanah Papua (termasuk Papua Nugini) kaya akan khasanah flora dan faunanya.
Di bumi hitam ini, banyak ditemukan beragam spicies flora dan fauna langka yang jarang ada di belahan bumi manapun.
Termasuk Musa Ingens, pisang terbesar di dunia yang tumbuh di Pegunungan Arfak Papua Barat.
Klasifikasi ilmiah dari Musa Ingens menurut Wekepidia, adalah anggota keluarga terbesar Musaceae, ditemukan tahun 1954.
Pohon pisang ini dapat tumbuh hingga ketinggian 15 meter, lingkar pangkal (bawah) batang dapat mencapai 2 meter.
Bentangan panjang daun pisang ini bisa mencapai 5 meter dan lebarnya 1 meter.
Jika berbuah, setandannya berbobot 60 kilogram dengan panjang perbuah 18 cm dan diameter 3-4cm.
Bunga pisang atau biasa disebut jantung pisang jenis ini, menggantung sangat besar, berjumlah 20 sisir.
Habitat Musa Ingens adalah hutan tropis dataran tinggi sekitar 1350-1800 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga:
Pembangunan Joging Track 360 Meter di Lapang Cikeruh Dimulai, Didanai CSR Jatos
Kolot yang Tak Pernah Tua: Jejak Para Pendidik KOLBU Merajut Silaturahmi dari Sumedang ke Dieng
CGTN: Tiongkok dan AS Sepakati Visi Baru, Dorong “Hubungan Lebih Stabil dan Konstruktif”
Sayangnya, sangat sulit menemukan benih pisang jenis ini, karena untuk tumbuh menjadi cambah saja, memakan waktu satu tahun bahkan lebih.
Dan, satu catatan lagi, buah pisang Musa Ingens belum ada berani untuk memakannya, belum jelas kandungan zat apa saja yang ada didalamnya. (Tatang Tarmedi) ***








