Kolot yang Tak Pernah Tua: Jejak Para Pendidik KOLBU Merajut Silaturahmi dari Sumedang ke Dieng

- Pewarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sanalah jam terbang bukan lagi sekadar angka, melainkan jejak usia, pengalaman, dan persahabatan yang semakin matang seiring jauhnya perjalanan. KOLBU membuktikan bahwa di usia senja, kaki boleh letih, tapi hati tak pernah berhenti mengembara

Di sanalah jam terbang bukan lagi sekadar angka, melainkan jejak usia, pengalaman, dan persahabatan yang semakin matang seiring jauhnya perjalanan. KOLBU membuktikan bahwa di usia senja, kaki boleh letih, tapi hati tak pernah berhenti mengembara

GAYA HIDUP — 06.00 WIB. Dari Sumedang, rombongan KOLBU—Komunitas Kolot-kolot Beuki Ulin—mulai bergerak. Di balik julukan “kolot”, duduk para kepala sekolah dan guru yang menolak berhenti belajar. Tujuan mereka hari itu : Dataran Tinggi Dieng.

Rombongan KOLBU melaju bukan sekadar membawa mesin dan jalanan. Mereka membawa semangat kebersamaan—benang tersembunyi yang selama ini jadi nadi komunitas para kepala sekolah Sumedang.

Di sepanjang jalur menuju Dieng, pemandangan hanyalah bonus. Tujuan sebenarnya merawat persaudaraan. Di antara sela waktu mengajar dan tumpukan administrasi sekolah, perjalanan ini menjadi ruang langka bagi para pendidik untuk saling menguatkan, saling mengingat bahwa mereka tidak berjuang sendiri.

Beberapa jam menaklukkan jalan, rombongan akhirnya menepi di Pemalang. Di warung-warung pinggir jalan, helm dilepas dan tawa mulai berjatuhan. Di atas piring nasi dan secangkir teh panas, cerita-cerita bersahut-sahutan—dari kelakar ringan di kelas hingga kenangan perjalanan sebelumnya. Sementara itu, mesin-mesin motor diperiksa diam-diam, seolah para “kolot” ini juga memastikan bahwa persahabatan mereka tetap dalam kondisi prima untuk menempuh jalan yang lebih jauh.

Dari Pemalang, arah roda membelok menuju Batang, lalu menanjak perlahan ke Dieng. Jalan mulai berkelok, udara menipis, dan napas mesin terdengar lebih berat. Namun tak ada keluhan yang terdengar. Justru di tanjakan dan tikungan itulah semangat mereka makin hidup—menjadikan setiap belokan sebagai alasan lain untuk tertawa, dan setiap tanjakan sebagai bukti bahwa kebersamaan membuat perjalanan berat terasa ringan.

“Setiap perjalanan KOLBU selalu kami niatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan menjaga semangat sehat di kalangan guru,” ujar Jatnika Pria Utama, Kepala SMPN 9 Sumedang sekaligus penggagas komunitas. Baginya, jalanan yang dilalui bukan sekadar rute wisata, melainkan ruang perjumpaan—tempat para pendidik saling menguatkan di luar hiruk pikuk kelas dan administrasi sekolah.

Jatnika menambahkan, kegiatan touring ini telah mengakar menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti anggota. “Guru juga perlu waktu untuk menyegarkan pikiran. Touring ini cara kami menjaga kebersamaan, agar semangat mengajar tetap terjaga,” katanya. Di tengah kesibukan mendidik, jeda perjalanan itu menjadi napas panjang yang menjaga bara semangat tetap menyala.

Menjelang malam, deru mesin rombongan KOLBU dijadwalkan mereda di kawasan Dieng. Di ketinggian yang dingin dan sunyi itu, mereka memilih berhenti sejenak—melepas lelah sambil membiarkan udara pegunungan menenangkan pikiran yang seharian dijejali jalanan berkelok. “Dieng selalu memberi suasana damai. Kami ingin perjalanan ini tidak hanya tentang jalan dan motor, tapi juga tentang kebersamaan,” ujar Jatnika Pria Utama, penggagas komunitas.

Besok pagi, petualangan belum usai. Para kepala sekolah dan guru ini akan melanjutkan _adventure ride_ menyusuri objek-objek wisata di sekitar Dieng sebelum mengarahkan laju menuju Purwokerto untuk bermalam. Rute pulang baru akan mereka tempuh Senin pagi, membawa kembali jejak perjalanan ke Sumedang.

Bagi KOLBU, touring bukan sekadar hobi bermotor yang mengejar jarak. Setiap perjalanan adalah ruang kecil untuk meneguhkan nilai-nilai sederhana yang sering luput di tengah rutinitas sekolah: menjaga kebersamaan, menambah pengalaman, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kami ingin tetap aktif, sehat, dan bermanfaat meski usia bertambah. Itu semangat KOLBU sejak awal,” tutup Jatnika dengan senyum. Di balik helm dan jaket kulit, semangat para “kolot” itu justru terasa paling muda.

Kini di tepi samudra selatan, gelar ALO, AYI, AMANG, hingga ABAH melebur dalam satu tawa. Di atas 500 kilometer seseorang disebut AYI, di atas seribu ia menjelma AMANG, dan bila telah melampaui seribu lima ratus, ia disapa ABAH—sebutan penuh wibawa sekaligus kehangatan. Rute kemarin dari Pameungpeuk menyusuri Miramare, Sancang, Cipatujah, hingga Madasari seolah menjadi puisi panjang yang dilantunkan oleh ombak. Di sanalah jam terbang bukan lagi sekadar angka, melainkan jejak usia, pengalaman, dan persahabatan yang semakin matang seiring jauhnya perjalanan. KOLBU membuktikan bahwa di usia senja, kaki boleh letih, tapi hati tak pernah berhenti mengembara. ( Tatang Tarmedi ) ****

 

 

Berita Terkait

Susu Kambing Etawa Platinum Anugerah Halalan dan Thayyiban Menjaga Stamina di Hari-hari Biasa dan Bulan Puasa
Produk herbal Naik Kelas,  madu hitam tetap jadi Primadona, zymuno Harapan  Global
SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang Tiap Waktu Berpacu Melawan Sampah Hasilnya Kompos dan Briket
SD Negeri Cileles Jatinangor Gelar Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di GOR Desa Cileles
Dari Sayang Sampai Marongge Baru Ditemukan Empat Kepala Sekolah yang Mengalir Darah Seni dalam Jiwanya
Bukan Pada Cerita Fiktif Tutur Tinular, Aviary Kamandanu Hadir di SMP Negeri 2 Rancakalong
Jatinangor Sudah Layak Miliki Kantor Kecamatan Mentereng Imbangi Kawasan yang Terus Dinamis
Mengucapkan Selamat Menjalani Masa Purna Tugas kepada Bapak Sudrajat S.PD, M.PD

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:21 WIB

Kolot yang Tak Pernah Tua: Jejak Para Pendidik KOLBU Merajut Silaturahmi dari Sumedang ke Dieng

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:12 WIB

Susu Kambing Etawa Platinum Anugerah Halalan dan Thayyiban Menjaga Stamina di Hari-hari Biasa dan Bulan Puasa

Minggu, 11 Januari 2026 - 01:09 WIB

Produk herbal Naik Kelas,  madu hitam tetap jadi Primadona, zymuno Harapan  Global

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:00 WIB

SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang Tiap Waktu Berpacu Melawan Sampah Hasilnya Kompos dan Briket

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:00 WIB

SD Negeri Cileles Jatinangor Gelar Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di GOR Desa Cileles

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB