HARIANSUMEDANG.COM – Video beredar di media sosial minggu lalu, warga Muslim Uighur secara massal di kerjapaksakan selama bulan Ramadan.
Mereka tampak bekerja keras di ladang, sementara yang lainnya melakukan pekerjaan bersih-bersih.
Disinyalir, pihak berwenang China di Xinjiang melakukan itu untuk mencegah mereka berpuasa dan berdoa pada bulan suci Islam ini.
Langkah tersebut merupakan salah satu bentuk penganiayaan sistematis bagi sekitar 12 juta warga Uighur yang sebagian besar beragama Islam di Xinjiang.
Pihak berwenang di Tiongkok telah melarang puasa selama bulan suci dengan kedok memberantas ekstremisme agama
Mereka juga melarang warga Uighur berkumpul di masjid untuk salat Jumat dan merayakan hari besar Islam lainnya.
Sebuah video yang diunggah di Douyin, TikTok versi Mandarin, menunjukkan penduduk Hotan bekerja keras di ladang pertanian pada hari kedua Ramadan.
Informasi lain dari video yang diunggah pada hari ketujuh Ramadan menunjukkan bahwa penghuni semua rumah tangga Uighur harus melakukan pekerjaan.
Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa antara fajar dan senja selama bulan Ramadan, yang tahun ini berlangsung dari 28 Februari hingga 29 Maret.
Baca Juga:
Hattrick Takhta Pangeran Biru: Dominasi Mutlak Persib Bandung Guncang Media Internasional
Ukir Sejarah Baru, Persib Bandung Cetak Hattrick Juara dan Amankan Bintang Kelima
Di sebagian besar negara, umat Muslim dapat melakukannya dengan bebas. Namun di Tiongkok, beda lagi, ihak berwenang telah melarang puasa selama bulan suci
Mereka juga melarang warga Uighur berkumpul di masjid untuk salat Jumat dan merayakan hari besar Islam lainnya.
Seorang polisi di kantor polisi daerah mengatakan kepada RFA bahwa sejumlah warga tidak senang karena dipaksa bekerja selama bulan Ramadan.
Tetapi. nereka mencoba membela tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu bermanfaat bagi mereka.
Baca Juga:
Camat Tanjungsari Lantik 6 BPD: Jalankan Fungsi Pengawasan dan Legislasi dengan Amanah
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
“Mereka berharap pemerintah setempat mengurangi waktu kerja paksa mereka dan mengizinkan mereka mengerjakan pekerjaan rumah tangga,” katanya.
Seorang anggota staf komite lingkungan di daerah Onsu mengatakan warga Uighur telah bekerja tanpa dibayar sejak awal Ramadan. (Tang/ RFA) ***









