SUMEDANG – SMP Negeri 9 Sumedang terus menunjukkan perkembangan positif di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Jatnika Pria Utama.
Meski menghadapi kendala klasik terkait keterbatasan lahan, sekolah ini tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi para calon peserta didik baru di wilayah Sumedang.
Hal itu dikarenakan SMPN 9 Sumedang sebagai satu-satunya sekolah di pusat kota yang dilalui oleh hampir seluruh rute angkutan kota (angkot).
Aksesibilitas yang sangat mudah ini menjadi daya tarik utama bagi orang tua dan siswa. Hal ini terbukti dari tingginya minat pendaftar setiap tahunnya.
Menurut Jatnika, setiap musim PPDB, SMP Negeri 9 Sumedang rata-rata menerima sekitar 450 pendaftar, namun kapasitas hanya mampu menampung maksimal 200 siswa.
” Itu Artinya, ada lebih dari 200 peminat yang terpaksa tidak bisa kami terima, ” ungkap Jatnika kepada hariansumedang.com Senin, (6/4/2026).
Dikatakan Jatnika, keterbatasan daya tampung tersebut berakar pada sempitnya lahan sekolah. Saat ini, lahan sekolah sudah terisi penuh, dengan 60% di antaranya bangunan dua lantai.
Jatnika memprediksi, bahwa pengembangan ruang kelas baru (RKB) cukup sulit dilakukan karena biaya konstruksi di lantai dua jauh lebih tinggi dibandingkan membangun di atas lahan kosong.
Selain itu, ketiadaan ruang cadangan membuat proses renovasi atau rehabilitasi bangunan seringkali berisiko mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Baca Juga:
Peringati Hardiknas 2026, Bupati Majalengka: IPM Tertinggi di Ciayumajakuning,
Revitalisasi SLB Doa Bunda Tanjungsari Rp1,05 Miliar Dimulai, Pelaksana Jamin Sesuai Spek
Bupati Majalengka Tinjau SDN 3 Mirat yang Ambruk, Perbaikan Segera melalui Dana BTT.
Secara teknis, imbuh Jatnika, proses pendidikan di SMPN 9 berjalan sangat lancar. Hal ini didukung oleh komposisi tenaga pengajar yang memiliki kompetensi tinggi, dan semangat kerja yang kuat.
Meskipun secara umum SMPN 9 tidak dikategorikan sebagai “sekolah unggulan” dibandingkan sekolah-sekolah besar lainnya, prestasi para siswanya patut diperhitungkan.
Pihak sekolah menekankan bahwa perkembangan siswa di SMPN 9 seringkali menunjukkan kemajuan signifikan sejak mereka masuk.
” Persentase lulusan kami yang berhasil masuk ke sekolah menengah atas (SLTA) favorit juga tergolong cukup tinggi,” tambah Jatnika.
Penurunan Drastis Angka Kenakalan Remaja, salah satu pencapaian yang paling dirasakan oleh warga sekitar dalam beberapa bulan terakhir.
” Jika sebelumnya sempat terjadi beberapa insiden yang melibatkan pihak berwajib, kini kondisi sekolah jauh lebih kondusif dan tertib, ” nadanya optimis.
Pihak manajemen sekolah menyatakan bahwa mereka akan terus memaksimalkan aset dan sumber daya manusia yang ada.
Meskipun tidak dapat berekspansi secara fisik dalam waktu dekat, fokus utama pihak sekolah tetap pada peningkatan kualitas lulusan dan menjaga disiplin serta keamanan lingkungan sekolah. ( Tatang Tarmedi ) ****









