JATINANGOR – SMP Negeri 4 Jatinangor terus mengukir prestasi di berbagai ajang, mulai dari seni, olahraga, hingga kepramukaan. Capaian ini lahir dari pendekatan pembinaan yang humanis dengan fokus pada pengembangan potensi diri siswa. Dengan strategi itu, sekolah berhasil melahirkan talenta muda yang kompetitif.
Salah satu terobosan unik diterapkan pada siswa yang melanggar aturan, seperti penggunaan riasan berlebihan. Alih-alih menjatuhkan hukuman fisik, sekolah justru memfasilitasi minat tersebut menjadi keterampilan. “Kemarin hukuman itu berbuah manis buat anak-anak,” ujar Cucu, guru Bimbingan Konseling SMPN 4 Jatinangor. Siswa diarahkan menjadi konten kreator tutorial make-up, dari gaya kartun hingga formal, yang melahirkan program “MUA Cilik SMPN 4 Jatinangor” sebagai bekal ekonomi masa depan.
Di bidang seni, siswi kelas 8 Irma Prisma Sri Putri menorehkan prestasi dalam ajang FLS3N kategori menyanyi solo. Sementara di cabang olahraga O2SN, Eldie Julian Hakim dari kelas 8B sukses menyabet juara 1 atletik di Wilayah 1 Kabupaten Sumedang. Tak hanya itu, tujuh siswa lolos kualifikasi Pramuka Garuda usai proses validasi panjang di Kiara Payung, dan kontingen PMR sekolah memboyong lebih dari 10 piala dari berbagai kategori lomba.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran aktif tenaga pendidik. SMPN 4 Jatinangor menerapkan kebijakan pemberdayaan guru berdasarkan kompetensi khusus, bukan sekadar mata pelajaran yang diampu. “Sebagai contoh, guru BK atau guru bahasa yang memiliki bakat di bidang vokal atau seni dipercaya menjadi pelatih langsung bagi siswa,” terang Cucu. Pembinaan bakat dilakukan oleh orang-orang yang memang kompeten di bidangnya.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dr. Cucu Suhartini M.Hum, SMPN 4 Jatinangor menegaskan komitmennya mendukung minat dan bakat siswa secara positif. Beragam pencapaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan kepercayaan pada potensi guru serta siswa mampu mendorong lahirnya generasi berprestasi. ( Tatang Tarmedi ) ***







