SUMEDANG – Dalam upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Sumedang, SDN Citali menghadirkan inovasi kreatif yang memadukan literasi, numerasi, dan kepedulian lingkungan.
Program unggulan bertajuk Talinum (Taman Literasi dan Numerasi) serta Sanak Menantu (Satu Anak Menanam Satu Tanaman) kini menjadi motor penggerak utama dalam membentuk karakter siswa.
Kepala SDN Citali Erawan Sukarya, didampingi guru kelas Apud Abidin, menjelaskan bahwa program Talinum dirancang untuk mendekatkan siswa pada dunia literasi dan numerasi melalui konsep Teras Leber (Literasi Numerasi Lewat Bermain).
Di area ini, sekolah menyediakan berbagai fasilitas agar proses belajar menjadi menyenangkan, antara lain:
1. Permainan Tradisional
Tersedia alat permainan seperti catur dan congklak untuk melatih kemampuan berpikir logis sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada siswa.
2. Papan Informasi
Media untuk memajang hasil karya kreatif siswa, seperti puisi dan tulisan tangan lainnya, sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan literasi mereka.
3. Program “Sanak Menantu“:
Selain fokus pada aspek kognitif, SDN Citali juga mendorong keberlanjutan lingkungan lewat program Sanak Menantu, singkatan dari “Satu Anak Menanam Satu Tanaman”.
Saat ini, para siswa tengah menggalakkan penanaman sayur sosincin (sawi hijau). Mereka terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari mengisi media tanam ke dalam polybag, menyemai benih, hingga perawatan rutin di taman belakang sekolah.
Program ini diharapkan tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan agrikultur sejak dini, tetapi juga menghasilkan panen nyata yang dapat dinikmati bersama.
Baca Juga:
Jaja Juanda S.Pd, Kepala SMPN 3 Cijambu Tanjungsari Terapkan Pola Kedekatan dengan Siswa
Bermitra Dengan Kara Holdings, Activate Membuka Lokasi Pertama di Malaysia di Kuala Lumpur
Seluruh inisiatif ini merupakan implementasi program Sekolah Ramah Lingkungan (SRL) yang dicanangkan Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Kepala Sekolah menegaskan lima pilar utama yang diterapkan di SDN Citali:
1. Memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya.
2. Menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan asri.
3. Membiasakan doa sebelum dan sesudah belajar.
4. Membawa peralatan makan dan minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk karakter siswa yang bertutur kata baik, berakhlakul karimah, beriman, dan bertakwa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,” ujar Kasek Erawan Sukarya di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).
Dengan kolaborasi antara pendidikan akademik dan pelestarian lingkungan, pihak SDN Citali optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap lingkungan sekitar. ( Tatang Tarmedi ) ***
Baca Juga:
SMP Negeri 4 Jatinangor Sumedang Ukir Prestasi Lintas Bidang, dari Seni, Olahraga hingga Pramuka







