SUMEDANG – Pekan Adat Ngalaksa 2026 resmi dimulai di Geoteater Rancakalong pada Selasa, 5 Mei 2026. Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, memimpin langsung pembukaan upacara adat tahunan tersebut.
Kegiatan Ngalaksa dihadirkan sebagai bentuk syukur masyarakat atas hasil panen, terutama padi. Rangkaian kegiatan budaya ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, hingga 10 Mei 2026.
Camat Rancakalong, Deni Suhandani, menyebut tradisi turun-temurun ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan gotong royong.
Penyelenggaraannya melibatkan banyak pihak, mulai dari sesepuh, tokoh adat, perangkat desa, hingga kalangan muda, dengan dukungan Pemkab Sumedang lewat program pelestarian budaya.
Dalam arahannya, Bupati Dony menegaskan peran budaya sebagai dasar kemajuan daerah. Ia menyebut Rancakalong sebagai pusat ruh budaya Sumedang dan mengingatkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak lepas dari akar budayanya.
Menurutnya, budaya mencakup cara hidup, cara berpikir, dan cara bekerja masyarakat, bukan hanya seni pertunjukan. Bupati juga menyoroti tiga nilai utama dalam tradisi Ngalaksa.
Pertama, wujud syukur atas rezeki dari bumi. Kedua, penghormatan pada padi sebagai lambang kehidupan yang lekat dengan sosok Dewi Sri. Ketiga, penguatan semangat gotong royong. ( SITI ) ***








