SUMEDANG 24 JAM — Meski Sumedang memiliki potensi besar wisata seperti Bendungan Jatigede dan lainnya, tapi belum ada ikon wisata yang benar-benar menonjol secara nasional.
Tidak seperti Danau Toba, Labuan Bajo, atau Tana Toraja yang punya narasi kuat dan daya tarik visual yang viral, Sumedang masih terjebak dalam “wisata lokal” yang belum dikemas secara strategis.
Menara Kujang Sapasang, sempat menarik perhatian, tapi belum cukup untuk membangun citra destinasi wisata yang berkelanjutan. Begitu pula, Jans Park Jatinangor, mencatat lonjakan pengunjung saat pembukaan saja.
Promosi dan Branding yang Lemah
Dinas Pariwisata Sumedang memang berharap kunjungan meningkat saat Nataru, namun harapan tidak cukup tanpa strategi promosi yang agresif dan kreatif.
Tidak ada kampanye digital besar-besaran yang menargetkan wisatawan luar daerah. Branding Sumedang sebagai “kota tahu” belum diintegrasikan dengan narasi wisata yang kuat.
Media sosial dan influencer belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun citra destinasi.
Meski Tol Cisumdawu sudah beroperasi, efeknya belum terasa signifikan dalam mendorong kunjungan wisata. Banyak destinasi masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Fasilitas dasar belum memadai di beberapa lokasi.
Konektivitas antar destinasi wisata belum terintegrasi, sehingga wisatawan tidak punya rute wisata yang jelas dan nyaman.
Baca Juga:
Pemerintah Indonesia Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Personel TNI Penjaga Perdamaian di Lebanon
daydream Kumpulkan Dana Seri A Sebesar $15 Juta untuk Menciptakan Agen AI Terbaik di Dunia Bagi SEO
Libur Natal dan Tahun Baru identik dengan festival, konser, dan atraksi budaya. Sayangnya, Sumedang belum rutin menyelenggarakan event berskala besar yang bisa menarik wisatawan dari luar.
Tidak ada “signature event” tahunan yang menjadi daya tarik utama. Potensi budaya lokal seperti seni tradisional, kuliner khas, dan sejarah belum dikemas dalam bentuk atraksi wisata yang menarik.
Fokus Pemerintah Daerah Belum Terpusat pada Pariwisata
Pemerintah Kabupaten Sumedang tampak lebih fokus pada pembangunan infrastruktur dan birokrasi internal daripada menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas.
Anggaran promosi wisata masih minim dibanding daerah lain. Kolaborasi dengan pelaku usaha wisata dan komunitas kreatif belum optimal.
Belum ada roadmap jangka panjang yang jelas untuk menjadikan Sumedang sebagai destinasi unggulan.
Kesimpulan dan Saran
Sumedang punya potensi, tapi belum punya “magnet ” Untuk menjadi destinasi wisata utama saat libur Nataru, Sumedang perlu: Membangun ikon wisata yang kuat dan viral. Menyelenggarakan event tahunan berskala besar.
Meningkatkan promosi digital dan kolaborasi lintas sektor.
Memperbaiki akses dan fasilitas wisata.
Menjadikan pariwisata sebagai prioritas pembangunan daerah.
Jika tidak, Sumedang akan terus tertinggal dari daerah lain yang lebih agresif dan strategis dalam mengelola potensi wisatanya. ( Tatang Tarmedi ) ****
Baca Juga:
Forum GAPOKTAN Kecamatan Ujungjaya Berkolaborasi dengan FORKOPIMCAM Merumuskan Harga Jasa Panen
Toshiba Mulai Mengirim Sampel Nearline Hard Disk SMR Berkapasitas 30-34 TB
TMGM Dukung Bantuan Kemanusiaan yang Disalurkan UNICEF Australia untuk Anak-Anak di Gaza









