HARIAN SUMEDANG — Kedatangan Mariano Peralta secara resmi ke markas Persib Bandung kian mempertegas ambisi besar skuad Pangeran Biru.
Bergabungnya penyerang asal Argentina tersebut membuat kedalaman skuad racikan sang pelatih kini tampak kian mengerikan.
Pada musim lalu, tembok pertahanan menjadi kunci utama kekuatan Persib. Performa impresif dari kiper Teja Pakualam di bawah mistar gawang berulang kali menjadi penyelamat tim dari situasi kritis.
Kokohnya benteng pertahanan tersebut juga tidak lepas dari peran pilar-pilar bek tangguh yang saling melengkapi, seperti Frans Putros, Federico Barba, Julio Cesar, hingga Mateo Matrikardi. Kombinasi ketangguhan fisik dan pembacaan bola yang matang dari lini belakang ini berhasil membuat lini serang lawan kerap frustrasi.
Table of Contents
ToggleKombinasi Lini Tengah dan Lini Depan yang Makin Ciamik
Tak hanya tangguh di belakang, lini tengah Persib juga diprediksi bakal makin dominan. Kehadiran gelandang serang berkarakter kreatif memberikan warna baru dalam alur serangan Maung Bandung. Suplai bola matang dari sektor tengah dipastikan akan memanjakan para penyerang di lini depan.
Dengan masuknya Mariano Peralta, opsi penyerangan Persib kini jauh lebih bervariasi dan mematikan. Peralta dikenal memiliki ketajaman, pergerakan tanpa bola yang cerdik, serta penyelesaian akhir yang dingin.
Bila seluruh komposisi terbaik ini mampu dipadukan secara maksimal:
Sektor Belakang: Tembok kokoh yang sulit ditembus lawan.
Sektor Tengah: Kreativitas tinggi untuk mengontrol tempo permainan.
Sektor Depan: Daya dobrak pragmatis dan haus gol.
Jika potensi dan kedalaman skuad ini mampu dijaga konsistensinya sepanjang musim, tak berlebihan rasanya jika Persib Bandung bakal menjadi tim paling menakutkan dan menjadi kandidat terkuat juara di Liga Super 2026/2027.
Garasi Persib Sumedang Siap Jadi Lautan Doa
Menjelang bergulirnya turnamen pramusim Piala Presiden, atmosfer dukungan terhadap Persib Bandung kian terasa di berbagai daerah.
Salah satunya di Desa Baginda, Kabupaten Sumedang. Garasi Persib Sumedang yang diprakarsai oleh Jatnika Pria Utama—atau yang akrab disapa Kang JPU—kini tampak bersiap menjadi pusat berkumpulnya para pendukung setia Maung Bandung.
Sebagai pemilik Garasi Persib Sumedang, Kang JPU menyatakan kesiapannya untuk menampung para Bobotoh yang ingin merasakan keseruan menyaksikan perjuangan tim kesayangannya melalui kegiatan nonton bareng (nobar) menggunakan layar lebar.
Tak hanya sekadar tempat berkumpul dan nonton bareng, markas ini juga menjadi rumah bagi komunitas Bobotoh Kolot (Boboko). Komunitas pendukung senior ini berkomitmen untuk mengawal setiap langkah Persib Bandung sepanjang gelaran Piala Presiden, utamanya melalui panjatan doa dan restu.
“Kami siap menyambut dan memfasilitasi para Bobotoh yang ingin hadir dan memberikan dukungan. Di sini, khususnya bersama para sesepuh di Boboko, kami tidak hanya bersorak, tetapi juga mengawal perjalanan Persib dengan kekuatan doa restu agar bisa meraih hasil maksimal,” ujar Kang JPU.
Suasana hangat khas kebersamaan antar-Bobotoh dipastikan akan mewarnai Garasi Persib Sumedang sepanjang turnamen berlangsung. Dukungan moral dari Desa Baginda ini diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain Persib Bandung di lapangan hijau. (Redaksi)







