Merci Mampu Bersihkan Noda Hitam Ciromed Sebagai Sarang Prostitusi ?

- Pewarta

Rabu, 18 September 2024 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, kini, nama Ciromed nyaris tidak diidentikan lagi sebagai tempat mesum terutama sejak Mesjid Raya Ciromed (Mesci) berdiri. ( Foto Sumedangtandang.com)

Namun, kini, nama Ciromed nyaris tidak diidentikan lagi sebagai tempat mesum terutama sejak Mesjid Raya Ciromed (Mesci) berdiri. ( Foto Sumedangtandang.com)

HARIANSUMEDANG.COM – Telah sejak lama wilayah Ciromed Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari terkenal sebagai tempat prostitusi.

Namun, kini, nama Ciromed nyaris tidak diidentikan lagi sebagai tempat mesum terutama sejak Mesjid Raya Ciromed (Mesci) berdiri.

Selama puluhan tahun nama Ciromed dikenal sebagai tempat prostitusi sebenarnya ulah dari seseorang yang membuka warem di sekitar itu.

Hanya dua titik warem yang ada di sekitar Ciromed, satu di rumah pinggir jalan di bawah Merci sekarang dan satunya lagi di sekitar Panday.

Nyaris tidak ada warem lain selain di dua tempat yang disebutkan tadi. Berbeda di wilayah Nyalindung Kecamatan Paseh banyak warung jajakan wanita penghibur.

Wanita penjaja seks liar di Ciromed kebanyakan bukan asli Tanjungsari, mereka datang dari luar wilayah Ciromed dan luar daerah Sumedang.

Sekitar tahun 1991 dari dua warem tersebut tersedia tidak kurang dari 10 kamar permanen, paling banyak yang di sekitar Panday.

Terputusnya rantai prostitusi di Ciromed terutama setelah aksi massa membakar tempat tersebut. Hanya pembersihan nama Ciromed setelah berdiri Merci.

Inisiatifnya datang dari Bupati Sumedang DRS.Misbach yang membuat inovasi di wilayah perbatasan barat dan timur Sumedang dibangun mesjid besar.

Bupati Musbach sengaja membangun titik mesjid tadi di wilayah yang terkenal karena maraknya prostitusi, yakni di Ciromed dan Nyalindung.

Hanya untuk pembangunan Merci, Pemkab Sumedang gandeng pengusaha keluarga H Ma’sum, hingga berdiri Merci denyan desainnya yang cantik.

Merci sendiri dikelola para tokoh keislaman di Tanjungsari, saban waktu menggelar acara berkaitan dengan pengajian rutin dan santunan-santunan.

(Tatang Tarmedi) ***

Berita Terkait

Transparansi dan Sinergi Komite Sekolah Kunci Sukses Revitalisasi PAUD Mekarwangi Nanjungwangi
Bupati Dony Mengajak Para Siswa SDN Tegalkalong Memilih Jajan Secara Bijak Serta Peduli Kebersihan Lingkungan
Implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Sekolah Ramah Lingkungan di SMPN 4 Pamulihan
PLN Sumedang Ajak Pelanggan Manfaatkan SwaCAM Setiap Tanggal 23–27
Hasil Revitalisasi SD Negeri Cikareo II Ditinjau Bupati H. Dony Ahmad Munir
Sensasi Jafro Megawanto dan Dominasi Zhenjun Zhao di WJPC 2026
Sumedang Siap Menuju Destinasi Sport Tourism Dunia lewat WJPC 2026
SD Negeri Talagadatar Diberi Kucuran Revitalisasi Rp1,1 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Transparansi dan Sinergi Komite Sekolah Kunci Sukses Revitalisasi PAUD Mekarwangi Nanjungwangi

Jumat, 25 September 2026 - 11:11 WIB

Bupati Dony Mengajak Para Siswa SDN Tegalkalong Memilih Jajan Secara Bijak Serta Peduli Kebersihan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 - 08:11 WIB

Implementasi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Sekolah Ramah Lingkungan di SMPN 4 Pamulihan

Kamis, 24 September 2026 - 17:49 WIB

PLN Sumedang Ajak Pelanggan Manfaatkan SwaCAM Setiap Tanggal 23–27

Selasa, 22 September 2026 - 12:24 WIB

Hasil Revitalisasi SD Negeri Cikareo II Ditinjau Bupati H. Dony Ahmad Munir

Berita Terbaru