Kementerian Luar Negeri RI di UI: Mahasiswa Adalah Agen Perubahan dalam Politik Luar Negeri

- Pewarta

Kamis, 8 Februari 2024 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Dok.Hariansunedang.com/lWikipedia)

Gedung Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Dok.Hariansunedang.com/lWikipedia)

HARIANSUMEDANG.COM – Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia

Adakan acara “Bincang Polugri Bersama Kemenlu” dan Nonton Bareng Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (Nobar PPTM), beberapa waktu lalu di Auditorium Mochtar Riady, FISIP UI, Depok

Dalam program tersebut, Kemenlu mengajak mahasiswa untuk memahami dan mencermati kondisi dan capaian Politik Luar Negeri Indonesia di kancah global selama sepuluh tahun terakhir.

Acara bertajuk “Advancing Free and Active Foreign Policy: A Ten Years Journey” tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas, seperti UI, Universitas Kristen

ARTIKEL MENARIK LAINNYA:

Kerja Sama Strategis: Kadin Indonesia dan BNSP Fokus Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Pemerintah Jaga Ketersediaan Pupuk untuk Petani Kuningan, Jawa Barat Melalui Pupuk Indonesia

Indonesia, Sekolah Tinggi Intelijen Negara,
Universitas Warmadewa, UPN Veteran Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta dari institusi profesional dan akademik.

Dalam PPTM 2024, dipaparkan capaian diplomasi Indonesia dan berbagai kerja sama luar negeri sejak tahun 2014. Selama hampir 10 tahun, Polugri Indonesia dijalankan secara

konsisten berdasarkan prinsip bebas-aktif,
berkiblat kepada kepentingan nasional, dan terus berkontribusi bagi perdamaian dunia sesuai mandat konstitusi.

Menurut Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI, Sidharto R. Suryodipuro, capaian tersebut tidak terlepas dari mahasiswa yang berperan sebagai agen perubahan dalam politik luar negeri.

Ia mengatakan, “Mahasiswa merupakan aset bangsa yang memiliki potensi besar dalam memperjuangkan isu-isu politik luar negeri, mereka sering kali menjadi suara dan agen perubahan yang kuat dalam diplomasi publik.

BACA JUGA:

H. Otong Dartum : Prabowo Sosok Tegas, Mau Menerima Masukan dan Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Sejak Kepsek SMAN Jatinunggal, Jajat Sudrajat Terus Berjuang Terapkan Sekolah Gratis di SMAN Tanjungkerta

Semua itu, karena memiliki kemampuan untuk memengaruhi opini publik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, terkait kebijakan politik dan isu-isu penting lainnya.”

Oleh sebab itu, dalam acara Bincang Polugri, mahasiswa diberi wawasan terkait kondisi ekonomi, sosial, politik, dan masyarakat, serta langkah diplomasi yang diambil Indonesia berdasarkan isu dan tantangan di kancah global.

Materi tersebut disampaikan oleh beberapa narasumber dari FISIP UI, di antaranya Prof. Dr. Fredy B. L. Tobing (Guru Besar Departemen Hubungan Internasional), Suraya Afif, Ph.D (Dosen Departemen Antropologi), dan Makmur Keliat, Ph.D (Dosen Departemen Hubungan Internasional).

Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, menyebut bahwa kebijakan luar negeri bukanlah semata urusan hubungan antar negara, namun terdapat konteks lokal yang perlu masuk dalam pertimbangan.

“ Hal ini untuk memastikan kebijakan luar negeri Indonesia menjawab kebutuhan-kebutuhan dalam negeri, yang di dalamnya aspirasi masyarakat adalah komponen yang tidak terpisahkan,” ujar Prof. Aji.

Rangkaian kegiatan PPTM 2024 yang merupakan upaya diseminasi informasi kebijakan luar negeri Indonesia kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat tersebut juga diadakan di sepuluh universitas lain.

Selain memberikan informasi, kegiatan ini merupakan wujud pertanggungjawaban, transparansi, dan akuntabilitas Kemenlu atas tugas pokok yang telah dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, FISIP UI dan Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN, Kemenlu juga menandatangani perjanjian kerja sama dalam Program Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa FISIP UI untuk memperoleh pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas kerja di lingkungan Kemenlu.

Tujuan kerja sama ini menjalankan program/kurikulum MBKM melalui magang mahasiswa guna meningkatkan kualitas dan capaian pembelajaran, sekaligus mengembangkan potensi dan kualitas SDM mahasiswa. (Tatang Tarmedi) ***

Berita Terkait

Kementerian Luar Negeri: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia
Dialog Kenegaraan Presiden Prabowo: Simbol Persatuan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
Pelatih Valencia CF dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia
Katerina Lisina Wanita Berkaki Paling Panjang di Dunia Pada Usia 16 Tahun Tinggi Badannya 198 Cm
Tempat- Tempat Menyeramkan di Dunia Termasuk Rumah Pembunuhan Kapak Villisca dan Pulau Boneka
Muslim Uighur Xinjiang dipaksa Bekerja Agar Mereka Tidak Melakukan Ibadah Puasa ?
Lalit Patidar ‘Manusia Serigala’ dari India, Ia Memiliki 201, 72 Helai Rambut Per Sentimeter Persegi Kulit
UEA Kerahkan Pesawat Nirawak Untuk Melihat Bulan Sabit Tipis Penanda Dimulai Ramadan 2025

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:31 WIB

Kementerian Luar Negeri: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:10 WIB

Dialog Kenegaraan Presiden Prabowo: Simbol Persatuan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Senin, 29 Desember 2025 - 04:15 WIB

Pelatih Valencia CF dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:03 WIB

Katerina Lisina Wanita Berkaki Paling Panjang di Dunia Pada Usia 16 Tahun Tinggi Badannya 198 Cm

Selasa, 13 Mei 2025 - 01:54 WIB

Tempat- Tempat Menyeramkan di Dunia Termasuk Rumah Pembunuhan Kapak Villisca dan Pulau Boneka

Berita Terbaru