Sejak Kepsek SMAN Jatinunggal, Jajat Sudrajat Terus Berjuang Terapkan Sekolah Gratis di SMAN Tanjungkerta

- Pewarta

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM – Pasal 34 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 menetapkan, pemerintah harus menjamin terselenggaranya program wajib belajar tanpa memungut biaya.

Sementara PP No. 18/2022, pasal 80 dan 81 menegaskan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus membiayai pendidikan dengan alokasi anggaran 20 persen dari APBN atau APBD.

Namun, pendidikan gratis sebagaimana diamanatkan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tadi, hingga kini masih berupa impian saja, apalagi untuk jenjang SMA / SMK.

Adalah sosok Jajat Sudrajat, kini Kepala SMA Negeri Tanjungkerta, sejak ia jadi Kepsek di SMA Negeri Jatinunggal, selalu terus berjuang agar sekolah yang dipimpinnya berpredikat sebagai sekolah gratis atau nol rupiah.

Jajat mengaku kepengkuhannya jalankan sekolah gratis karena ingin patuh aturan pemerintah, ” Motivasi keduanya, saya ingin hidup sehat, tidak dibicarakan negatif apalagi diorotes oleh masyarakat, ” ungkapnya.

BACA JUGA:

Dipanggil KPK, Indira Chunda Thita Syahrul Putri, Putri Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Mangkir

Pemerintah Jaga Ketersediaan Pupuk untuk Petani Kuningan, Jawa Barat Melalui Pupuk Indonesia

Menurut Jajat Sudrajat, tidak terlalu sulit untuk menerapkan sekolah gratis, asal bisa menyesuaian rencana program dengan anggaran yang ada, pilih perencanaan yang sifatnya standar tapi berkualitas. Jalankan program dengan skala prioritas, ” ujarnya.

Hindari kegiatan yang bisa memancing tumbuhnya pungutan, jalankan program selama bisa dibiayai oleh dana BOS, agar siswa tidak usah membayar lagi.

Untuk acara perpisahan siswa, karena tidak bisa dianggarkan dari dana BOS, bisa dicoba misalnya tempelkan dengan pentas kreasi siswa, sebab untuk kegiatan itu, bisa gunakan dana BOS.

Study Tour, kata Kepsek Jajat, tidak wajib untuk dijalankan, karena akan mengundang lahirnya pungutan, sebagai penggantinya, siswa bisa ditugaskan untuk membuat karya tulis tentang sesuatu di sekitar sekolah.

” Sebenarnya, banyak cara untuk membuat program yang tidak berbayar, asal kita mau menggalinya, ” pungkas Kepsek Jajat. (Tatang Tarmedi) ***

Berita Terkait

Sinergi Babinsa dan Warga Tanjungsari Gagalkan Pencurian Yamaha RX King
Sidik Ja’far Hadiri Sertijab Danyonif 301/Prabu Kiansantang
Ikhtiar Kesembuhan di Klinik Barokah Bhakti Rancakalong, Pendekatan Klinis Terukur dalam Penatalaksanaan Gout Artritis
Gerakan Sabilulungan Jatinangor, 700 Personel Brimob dan Warga Keroyokan Sukat Sungai
Sumedang Sambut Ratusan Mahasiswa Unpad, Geoteater Rancakalong Kini Jadi Ruang Belajar Terbuka
Terbukti Hemat Biaya dan Anakan Melimpah, Poktan Sumber Rejeki Siap Akselerasi PM AAS di Ujungjaya
Sumedang Gelar Pilkades Digital 2026, Kecamatan dari Majalengka Gelar Studi Banding
Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:29 WIB

Sinergi Babinsa dan Warga Tanjungsari Gagalkan Pencurian Yamaha RX King

Rabu, 4 November 2026 - 14:13 WIB

Sidik Ja’far Hadiri Sertijab Danyonif 301/Prabu Kiansantang

Selasa, 3 November 2026 - 19:28 WIB

Ikhtiar Kesembuhan di Klinik Barokah Bhakti Rancakalong, Pendekatan Klinis Terukur dalam Penatalaksanaan Gout Artritis

Selasa, 3 November 2026 - 11:23 WIB

Gerakan Sabilulungan Jatinangor, 700 Personel Brimob dan Warga Keroyokan Sukat Sungai

Senin, 2 November 2026 - 15:46 WIB

Sumedang Sambut Ratusan Mahasiswa Unpad, Geoteater Rancakalong Kini Jadi Ruang Belajar Terbuka

Berita Terbaru

Info Sumedang

Sidik Ja’far Hadiri Sertijab Danyonif 301/Prabu Kiansantang

Rabu, 4 Nov 2026 - 14:13 WIB