Catatan Perjalanan: Merajut Silaturahmi dalam Deburan Ombak Pangandaran Bersama KGT

- Pewarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Jajang Erawan

PANGANDARAN — Deru mesin dari 10 bus pariwisata membelah malam, membawa keceriaan yang membuncah dari hampir 500 anggota Koperasi Guru Tanjungsari (KGT). Akhir pekan lalu, penatnya rutinitas ruang kelas seolah menguap begitu saja digantikan oleh antusiasme tinggi. KGT sukses menggelar rekreasi insidentil yang mempertemukan para pahlawan tanpa tanda jasa dari tiga kecamatan sekaligus: Tanjungsari, Sukasari, dan Pamulihan.

Perjalanan intensif selama dua hari satu malam ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan panggung hangat bagi bertemunya lintas generasi pendidik.

Pesona Batu Hiu hingga Malam di Uni Beach

Destinasi pertama langsung menyuguhkan decak kagum. Rombongan disambut oleh Batu Hiu, sebuah objek wisata dengan tebing terjal yang menawarkan panorama Samudra Hindia yang megah. Angin laut seolah mencairkan kecanggungan. Di sini, batas antara yang muda dan yang senior melebur dalam tawa dan sesi foto bersama.

Puas menikmati replika “Tanah Lot”-nya Jawa Barat tersebut, perjalanan berlanjut ke magnet utama: Pantai Barat Pangandaran. Deburan ombak dan hamparan pasir luas menjadi saksi bagaimana para guru ini melepaskan penat. Tak lupa, kawasan Pantai Timur juga menjadi rute penjelajahan yang melengkapi petualangan hari itu.

Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, rombongan menuju Hotel Uni Beach, tempat mereka melepas lelah sekaligus mempererat kebersamaan dalam suasana malam pantai yang syahdu.

Lebih dari Sekadar Liburan: Ruang Rindu Lintas Generasi

Sebagai seorang jurnalis yang berkesempatan membaur di tengah-tengah mereka, saya menangkap sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar pemandangan alam: nilai silaturahmi.

Rekreasi ini menjadi ruang rindu. Di sudut-sudut bus hingga lobi hotel, terlihat obrolan hangat antara para guru yang sudah purnabakti (pensiun) dengan mereka yang masih aktif mengajar. Pengalaman masa lalu bertemu dengan dinamika pendidikan masa kini, menciptakan obrolan yang sarat gizi namun tetap diselingi candaan khas Sunda yang kental.

“Kegiatan seperti ini bikin kami yang sudah pensiun merasa tetap dianggap dan menjadi bagian dari keluarga besar. Ini bukan cuma liburan, ini obat kangen,” ujar salah satu anggota purnabakti dengan mata berbinar.

KGT: Menyejahterakan Sekaligus Membahagiakan

Perjalanan ini membuka mata saya bahwa Koperasi Guru Tanjungsari (KGT) bukan sekadar lembaga keuangan biasa. KGT telah bertransformasi menjadi ekosistem yang sehat bagi anggotanya.

Di balik keseruan rekreasi ini, ada fondasi kesejahteraan yang kuat. Menjadi anggota KGT memberikan banyak keuntungan konkret yang langsung dirasakan oleh para guru, di antaranya:

  • Budaya Menabung yang Kuat: Membantu guru mengamankan masa depan finansial mereka.

  • Solusi Keuangan Darurat: Akses pinjaman uang yang mudah dan cepat untuk keperluan mendadak tanpa birokrasi yang mencekik.

  • Aspek Kesejahteraan Sosial: Seperti rekreasi insidentil ini, yang membuktikan bahwa koperasi tidak hanya memikirkan aspek finansial, tetapi juga kebahagiaan mental para anggotanya.

Ketika 10 bus bergerak kembali menuju Sumedang, ada lelah di wajah para peserta, namun terpancar binar kepuasan yang mendalam. KGT tidak hanya berhasil mengelola dana, tetapi juga berhasil merawat kemanusiaan dan kebersamaan para anggotanya lewat deru ombak Pangandaran. Koperasi sehat, gurunya hebat! ****

Berita Terkait

Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Momentum Penguatan Karakter dan Akhlak Mulia Peserta Didik
SMPN 1 Wado Terapkan Teknologi Pembakaran Sampah dengan Uap Air
Gegara 1,5 Ton Ikan dan Uang Terbang: Kolam Al Kamil Sumedang Mendadak Penuh Sesak ‘Manusia Air’
Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi
Eksistensi Dodol Ibu Kita khas Tanara: Menjaga Resep Warisan di Tengah Gempuran Jajanan Modern
Istana Bunga Plastik Sumedang Hadirkan Solusi Dekorasi Meja Kerja Elegan dan Terjangkau
Unik! Pohon Kelapa “Menjelajah” Tanah Sebelum Menjulang Tinggi di Tanjungsari Sumedang
Menerjang Hujan dan Ombak Demi Nyawa: Perjuangan Bidan Vera di Pesisir Langkat

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Momentum Penguatan Karakter dan Akhlak Mulia Peserta Didik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:58 WIB

SMPN 1 Wado Terapkan Teknologi Pembakaran Sampah dengan Uap Air

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Gegara 1,5 Ton Ikan dan Uang Terbang: Kolam Al Kamil Sumedang Mendadak Penuh Sesak ‘Manusia Air’

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Eksistensi Dodol Ibu Kita khas Tanara: Menjaga Resep Warisan di Tengah Gempuran Jajanan Modern

Berita Terbaru