Oleh: Jajang Erawan
PANGANDARAN — Deru mesin dari 10 bus pariwisata membelah malam, membawa keceriaan yang membuncah dari hampir 500 anggota Koperasi Guru Tanjungsari (KGT). Akhir pekan lalu, penatnya rutinitas ruang kelas seolah menguap begitu saja digantikan oleh antusiasme tinggi. KGT sukses menggelar rekreasi insidentil yang mempertemukan para pahlawan tanpa tanda jasa dari tiga kecamatan sekaligus: Tanjungsari, Sukasari, dan Pamulihan.
Perjalanan intensif selama dua hari satu malam ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan panggung hangat bagi bertemunya lintas generasi pendidik.
Table of Contents
TogglePesona Batu Hiu hingga Malam di Uni Beach
Destinasi pertama langsung menyuguhkan decak kagum. Rombongan disambut oleh Batu Hiu, sebuah objek wisata dengan tebing terjal yang menawarkan panorama Samudra Hindia yang megah. Angin laut seolah mencairkan kecanggungan. Di sini, batas antara yang muda dan yang senior melebur dalam tawa dan sesi foto bersama.
Puas menikmati replika “Tanah Lot”-nya Jawa Barat tersebut, perjalanan berlanjut ke magnet utama: Pantai Barat Pangandaran. Deburan ombak dan hamparan pasir luas menjadi saksi bagaimana para guru ini melepaskan penat. Tak lupa, kawasan Pantai Timur juga menjadi rute penjelajahan yang melengkapi petualangan hari itu.
Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, rombongan menuju Hotel Uni Beach, tempat mereka melepas lelah sekaligus mempererat kebersamaan dalam suasana malam pantai yang syahdu.
Lebih dari Sekadar Liburan: Ruang Rindu Lintas Generasi
Sebagai seorang jurnalis yang berkesempatan membaur di tengah-tengah mereka, saya menangkap sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar pemandangan alam: nilai silaturahmi.
Rekreasi ini menjadi ruang rindu. Di sudut-sudut bus hingga lobi hotel, terlihat obrolan hangat antara para guru yang sudah purnabakti (pensiun) dengan mereka yang masih aktif mengajar. Pengalaman masa lalu bertemu dengan dinamika pendidikan masa kini, menciptakan obrolan yang sarat gizi namun tetap diselingi candaan khas Sunda yang kental.
Baca Juga:
Optimalkan PAD Sektor PBB, Bapenda Majalengka Gencarkan Layanan Mobil Pajak Keliling
Tingkatkan Customer Experience, PLN Sumedang Ajak Pelanggan Ikuti Program Gelegar PLN Mobile 2026
“Kegiatan seperti ini bikin kami yang sudah pensiun merasa tetap dianggap dan menjadi bagian dari keluarga besar. Ini bukan cuma liburan, ini obat kangen,” ujar salah satu anggota purnabakti dengan mata berbinar.
KGT: Menyejahterakan Sekaligus Membahagiakan
Perjalanan ini membuka mata saya bahwa Koperasi Guru Tanjungsari (KGT) bukan sekadar lembaga keuangan biasa. KGT telah bertransformasi menjadi ekosistem yang sehat bagi anggotanya.
Di balik keseruan rekreasi ini, ada fondasi kesejahteraan yang kuat. Menjadi anggota KGT memberikan banyak keuntungan konkret yang langsung dirasakan oleh para guru, di antaranya:
-
Budaya Menabung yang Kuat: Membantu guru mengamankan masa depan finansial mereka.
-
Solusi Keuangan Darurat: Akses pinjaman uang yang mudah dan cepat untuk keperluan mendadak tanpa birokrasi yang mencekik.
-
Aspek Kesejahteraan Sosial: Seperti rekreasi insidentil ini, yang membuktikan bahwa koperasi tidak hanya memikirkan aspek finansial, tetapi juga kebahagiaan mental para anggotanya.
Ketika 10 bus bergerak kembali menuju Sumedang, ada lelah di wajah para peserta, namun terpancar binar kepuasan yang mendalam. KGT tidak hanya berhasil mengelola dana, tetapi juga berhasil merawat kemanusiaan dan kebersamaan para anggotanya lewat deru ombak Pangandaran. Koperasi sehat, gurunya hebat! ****








