HARIAN SUMEDANG — Siapa bilang tempat nonton bareng (nobar) sepak bola harus selalu di kafe bising bernuansa perkotaan? Di Sumedang, ada sudut unik yang mendadak jadi markas paling “garang” bagi para Bobotoh: Garasi Persib Baginda.
Kehangatan garasi ini kembali teruji saat Persib Bandung melakoni laga penentu Pra-Musim Dewata Challenge Series melawan Bali United, Selasa (18/8/2926) malam.
Bukannya berdesakan di warkop pengap, para Bobotoh justru dimanjakan oleh perpaduan magis: ketegangan laga di layar lebar dan hembusan angin sejuk khas alam pedesaan Sumedang.
Table of Contents
ToggleFasilitas Bintang Lima, Suasana Pedesaan
Lupakan citra “garasi” yang identik dengan oli bekas atau tumpukan barang tak terpakai. Garasi Persib Baginda menawarkan fasilitas terawat lengkap dengan meja dan kursi nyaman, membuat pengalaman nobar terasa layaknya menyewa VIP lounge versi ramah lingkungan.
“Kami ingin memberikan kenyamanan maksimal untuk para Bobotoh. Nobar di sini bukan cuma soal teriak mendukung Persib, tapi juga menikmati suasana sejuk pedesaan,” ujar Kang Jack alias Jatnika Pria Utama, sang penggagas di balik tempat hangat ini.
Tak puas sampai di situ, Kang Jack bertekad untuk terus memoles garasi kesayangannya agar semakin ramah Bobotoh.
‘Kode’ Halus untuk Sang Manajer
Namun, di balik riuhnya sorak-sorai malam itu, ada satu harapan besar yang diselipkan Kang Jack. Ibarat pangeran yang menunggu kedatangan sang raja, ia memendam impian agar tokoh legendaris sekaligus sosok paternal Persib, Wa Haji Umuh Muchtar, berkenan melangkah dan bersilaturahmi langsung ke Garasi Persib Baginda.
“Biar tambah semangat,” ungkap Kang Jack dengan nada penuh harap—sebuah ‘kode’ halus yang rasanya cukup nyaring untuk sampai ke telinga Sang Manajer.
Dengan atmosfer yang makin ciamik dan antusiasme Bobotoh yang terus membara, Garasi Persib Baginda membuktikan bahwa cinta pada Maung Bandung tak pernah kehabisan cara untuk dirayakan.
Baca Juga:
Berdiri Sejak 1989, SLB Bina Karya Buktikan Dedikasi Cetak Ratusan Alumni Mandiri
Deutsche Messe dan Singapore Manufacturing Federation Gelar ITAP 2026 dengan Konsep Baru
Kini, bola tinggal ada di kaki Wa Haji Umuh: akankah sang patron mampir untuk sekadar menyeruput kopi sambil menikmati sejuknya alam Baginda? Kita tunggu saja. ( TT)






