SUMEDANG – Kabupaten Sumedang dari batas Desa Sayang Kecamatan Jatinangor hingga Desa Marongge di Kecamatan Tomo, baru ditemukan lima kepala sekolah saja yang mengalir darah seni dalam jiwanya.
Mereka adalah Dr Cucu Suhartini, Kepala SMP Negeri 4 Jatinangor, Drs. H. Apit M.Pd.I Kasek SMA Negeri Jatinunggal, Adang Sukmansyah S.Pd Kasek SD Negeri Citungku dan Jatnika Pria Utama M.PdI Kasek SMP Negeri 9.
Dr Cucu Suhartini telah membukukan karya-karya Wawacan. Cerita panjang berbentuk puisi naratif klasik Sunda yang menggunakan aturan pupuh (disebut juga dangding) untuk melukiskan peristiwa, hikayat, atau kisah naratif dan deskriptifnya.
Salah satu sajak Sundanya ditemukan di Media Online Rawayan berjudul Kapati-pati. Dawuh Gusti seja mutih, marak raga di sagara, tutumpuran moal weléh,
disorang sareng ditumut. Demi asih anu cipruk, maseuhan landeuh kadeudeuh,
keyeng manteng angen-angen,
seja nyangking bidadari.
Drs. H. Apit M.Pd, Pasca Sarjana Uninus ini telah beberapa kali menjuarai lomba kaligrafi di tingkat Sumedang dan luar daerah. Kaligrafi hasil karya pria asal Cibeusi Jatinangor ini memiliki keindahan dan keteraturan bentuk serta keseimbangan tata warnanya.
Adang Sukmansyah S.Pd telah mengumpulkan karya-karyanya, baik dalam bentuk sajak atau pun cerpen-cerpennya.Diantara bukunya yang telah terbit, Kumpulan Carita Pondok “Asih” dan “Mawar Bodas”. Sedangkan sajak-sajaknya sebagian masuk buku antologi “Saudat Malela”, “Pasini Cadas Pangeran”
Jatnika Pria Utama M.PdI, pria asal Baginda ini melahap dua bidang sekaligus, yakni pelukis dan pemahat. Lukisan-,lukisan foto karya Jatnika begitu mirip dengan aslinya, termasuk lukisan foto mantan Kadisdik Agus Wakhidin. Dia juga banyak membuat patung dan karya -karya pahat lainnya.
Demikian empat kepala sekolah di Kabupaten Sumedang yang telah terbukti memiliki talenta di bidang seni, mungkin saja ada lainnya yang belum ditemukan redaksi harian ini.*** Tatang Tarmedi








