CIMALAKA – Risiko sekolah hijau seperti SMA Negeri 2 Cimalaka, sudah pasti tiap waktu selalu berpacu dengan sampah guguran dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di halaman depan dan belakang sekolah.
Titin Suryati Sukmadewi, Kepala SMA Negeri 2 Cimalaka bercerita tentang upaya pihak sekolah untuk mengantisipasi hal itu. Tidak melulu mengandalkan petugas lapangan, tapi pula menanamkan kesadaran siswa akan pentingnya kebersihan.
” Percuma pintar, tapi kurang peduli terhadap lingkungan, kita membentuk dulu karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung untuk belajar, ” sambungnya.
Menyambung keterangan Kasek Titin, Wakasek Kesiswaan yang mendampingi, menjelaskan tentang upaya pengumpulan sampah non organik jenis plastik di tiap kelas yang pada akhirnya setelah dipilah bermuara di Bank Sampah.
Sedangkan sampah organiknya, imbuh Titin, terutama daun-daun dari golongan Filicium tanaman yang tumbuh di halaman sekolah, diolah menjadi Briket dan Kompos, ” Kita coba, tiga briket seukuran dalam kemasan itu, bisa cukup untuk memasak indomie, ” ucap Titin.
Wakasek menyambung lagi terkait Polisi Pelajar Peduli Sampah yang sengaja dibentuk untuk mensidak keadaan kebersihan tiap-tiap kelas dari sampah, Akhirnya, sedikit-sedikit siswa mulai paham bahwa sampah itu tidak untuk dibuang sembarangan. *** Tatang Tarmedi








