SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang Tiap Waktu Berpacu Melawan Sampah Hasilnya Kompos dan Briket

- Pewarta

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang dan contoh briket dalam kemasan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang )

Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang dan contoh briket dalam kemasan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang )

CIMALAKA – Risiko sekolah hijau seperti SMA Negeri 2 Cimalaka, sudah pasti tiap waktu selalu berpacu dengan sampah guguran dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di halaman depan dan belakang sekolah.

Titin Suryati Sukmadewi, Kepala SMA Negeri 2 Cimalaka bercerita tentang upaya pihak sekolah untuk mengantisipasi hal itu. Tidak melulu mengandalkan petugas lapangan, tapi pula menanamkan kesadaran siswa akan pentingnya kebersihan.

” Percuma pintar, tapi kurang peduli terhadap lingkungan, kita membentuk dulu karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung untuk belajar, ” sambungnya.

Menyambung keterangan Kasek Titin, Wakasek Kesiswaan yang mendampingi, menjelaskan tentang upaya pengumpulan sampah non organik jenis plastik di tiap kelas yang pada akhirnya setelah dipilah bermuara di Bank Sampah.

Sedangkan sampah organiknya, imbuh Titin, terutama daun-daun dari golongan Filicium tanaman yang tumbuh di halaman sekolah, diolah menjadi Briket dan Kompos, ” Kita coba, tiga briket seukuran dalam kemasan itu, bisa cukup untuk memasak indomie, ” ucap Titin.

Wakasek menyambung lagi terkait Polisi Pelajar Peduli Sampah yang sengaja dibentuk untuk mensidak keadaan kebersihan tiap-tiap kelas dari sampah, Akhirnya, sedikit-sedikit siswa mulai paham bahwa sampah itu tidak untuk dibuang sembarangan. *** Tatang Tarmedi

Berita Terkait

Mengetuk Pintu SDN Tegalendah: Menemukan Rumah Kedua di Balik Perbukitan Rancakalong
Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu
Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa
H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian
Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal
Mengajar dengan Hati, Memimpin dengan Seni: Kiprah Transformatif Dr. Cucu Suhartini di SMPN 4 Jatinangor
Konsumsi Kopi dan Risiko Diabetes: Manfaat, Mitos, dan Aturan Amannya
Waspada Predator Siber Intai Anak-Anak Lewat Game Online

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:47 WIB

Mengetuk Pintu SDN Tegalendah: Menemukan Rumah Kedua di Balik Perbukitan Rancakalong

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:29 WIB

Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:56 WIB

Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:46 WIB

H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:48 WIB

Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal

Berita Terbaru