SUMEDANG -Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 4 Jatinangor menghadirkan Mubaligh dan Tiga Psikolog Unpad, Senin (14/7/2025).
MPLS SMP Negeri 4 Jatinangor Tahun. Ajaran 2025-2026 bertema ‘ Membangun Budi Pekerti Murid yang Berahlakul Karimah Melalui Kolaborasi Pendidikan antara Orangtua dan Sekolah’.
Mubaligh yang dihadirkan Ust. Rizal Fadilah dari Kerudung Rabbani, dan para psikolog Unpad Triani Yustikasari Lubis, M.Si, Shafia Islaha M.Psi dan Dinda Oktavia Pradina, M.Psi.
Hadir pada acara MPLS tadi, Ketua Komite Sekolah yang diwakili Wahyudin Muldani, Kepala Desa Jatimukti Roni Hermawan dan 168 orangtua siswa kelas VII yang kebanyakan ibu-ibu.
Baban Mujitaba, guru SMP Negeri 4 Jatinangor di sela-sela acara mengungkapkan, MPLS tahun ini sangat beda dari tahun sebelumnya, lebih mengarah ke hal yang relegius.
” Parenting disatukan dengan pembukaan MPLS, mungpung orangtua siswa ada. Kebanyakan orangtua siswa pegawai kahatek, hari ini mereka cuti kerja dulu, ” ucap Baban.
Wahyudin Muldani, wakil dari Ketua Komite Sekolah yang beralangan hadir karena sakit menyebut MPLS SMP Negeri 4 Jatinangor tahun ini lebih bagus dengan lebih melibatkan orangtua siswa.
” Ini sebuah terobosan yang sangat bagus, Ibu Kepala tampaknya terus berupaya mempererat hubungan orangtua dengan pihak sekolah, ” ucapnya.
Ia juga menyoroti kenaikan jumlah siswa baru, ” Ini menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 4 Jatinangor, ini langkah bagus,” ungkapnya.
Baca Juga:
Jaja Juanda S.Pd, Kepala SMPN 3 Cijambu Tanjungsari Terapkan Pola Kedekatan dengan Siswa
SDN Citali Luncurkan Program “Talinum” dan “Sanak Menantu” Guna Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan
LTE 450 MHz Dukung Jaringan Listrik Brasil agar Beroperasi Lebih Andal dan Cerdas
Dalam sambutannya Kepala SMP Negeri 4 Jatinangor, Dr Cucu Suhartini membeberkan tentang tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pertama, kata Kasek, anak Indonesia Hebat itu harus bangun pagi-pagi, ketika masuk sekolah ditentukan jam 6.30 maka anak sekolah minimal harus bangun jam 5.00 pagi.
Selain itu, imbuh Kasek, anak Indonesia Hebat itu harus rajin beribadah dan olahraga, contoh ringannya membantu pekerjaan orangtua di rumah, seperti mengepel dan sejenisnya.
Anak Indonesia hebat juga harus gemar belajar, ini perlu kolaborasi antara pihak sekolah dan orangtua di rumah. Perlu ditunjang pula dengan makan sehat dan bergizi.
Baca Juga:
Bermitra Dengan Kara Holdings, Activate Membuka Lokasi Pertama di Malaysia di Kuala Lumpur
Kasek juga membeberkan tentang makna bermasyarakat sebagai sebuah identitas dari anak Indonesia hebat. Anak harus bersosialisasi dengan sesama rekan dan di lingkungan tinggalnya.
Kasek juga memaparkan target SMP Negeri 4 Jatinangor termasuk paling utama menciptakan siswa-siswa yang religius, tak ada artinya pintar bila kurang berahlakul karimah.
Terpenting pula, katanya, ketika orangtua menitipkan anaknya ke sekolah harus dengan ijab qobul yang jelas, orangtua harus berniat ikhlas dan ridho menitipkan anaknya ke sekolah.
” Sepuh ulah guguan teuing ka murangkalihna, kumargi guru ayeuna parantos disengker ku undang-undang kumaha carana ngajar teu kenging aya kekerasan, ” terang kasek.
Kasek Dr Cucu menuturkan, orangtua tidak perlu khawatir menitipkan anaknya ke sekolah, karena para guru jaman kini telah diatur Undang-undang, dalam cara mengajar juga dilarang ada kekerasan.
( Tang ) ***
Baca Juga:
SMP Negeri 4 Jatinangor Sumedang Ukir Prestasi Lintas Bidang, dari Seni, Olahraga hingga Pramuka








