Raih Penghargaan P2WKSS, Bukti Nyata Gerakan Perempuan di Sumedang Kerja Panjang Lintas Sektor

- Pewarta

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG — Di tengah sorotan terhadap ketimpangan gender dan ketahanan keluarga, Kabupaten Sumedang justru menorehkan capaian strategis.

Pada ajang Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat, Sumedang meraih Juara Harapan III untuk kategori kabupaten.

Penghargaan diserahkan dalam peringatan Hari Ibu ke-97 di Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Selasa (23/12/2025), oleh Ketua DPRD Jawa Barat, didampingi Sekda dan Ketua TP PKK Provinsi.

Di balik seremoni itu, tersimpan kerja panjang lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TP PKK, pemerintah desa, dan masyarakat akar rumput.

Ketua TP PKK Sumedang, Susi Gantini, menerima empat penghargaan sekaligus. Selain kategori kabupaten P2WKSS, Sumedang juga diganjar penghargaan atas implementasi Sekolah Perempuan Jawa Barat.

Dua tokoh lokal turut mengukir prestasi: Yuyu Andayu, Kepala Desa Cibeureum Wetan, dinobatkan sebagai Kepala Desa Terbaik, dan Tuti Herlina sebagai Fasilitator Terbaik Sekolah Perempuan.

Capaian ini bukan sekadar seremoni. Di lapangan, program P2WKSS telah menjadi katalis perubahan sosial. Dari pelatihan keterampilan perempuan desa hingga penguatan struktur keluarga, Sumedang menunjukkan bahwa pemberdayaan bukan jargon, melainkan kerja konkret.

“Ini buah dari kolaborasi. Pemerintah, desa, dan masyarakat bergerak bersama,” ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dalam keterangan tertulis.

Di tengah arus pembangunan yang kerap maskulin dan terpusat, Sumedang memilih jalur berbeda: membangun dari perempuan, dari keluarga, dari desa. Sebuah pendekatan yang pelan tapi pasti, mulai menunjukkan dampaknya.

Ke depan, Pemkab Sumedang berkomitmen memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan. Targetnya bukan hanya penghargaan, tapi kesejahteraan yang berkelanjutan. Karena di Sumedang, pembangunan bukan soal beton dan angka, tapi tentang manusia dan martabatnya. ( SITI ) ***

 

Berita Terkait

JNGR Hadirkan Keindahan Seni Tradisional Sunda: Kecapi Suling Menghipnotis Tamu Hotel
Damar Sewu” Tradisi Menjelang Lebaran yang Hilang di Sumedang
Kapolri Diperintah Langsung Presiden Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus
Diskominfo Majalengka Sediakan WiFi Gratis di 10 Titik Publik, Warga Sambut Positif.
Utang Menumpuk, Ekonomi Terancam: Apakah Indonesia Terjebak dalam Perangkap Utang Abadi?”
Pemkab Sumedang Anggarkan Rp53,5 Miliar untuk Gaji dan Perlindungan Sosial PPPK Paruh Waktu
Sumedang Masih Terjebak dalam “Wisata Lokal” Belum Dikemas Secara Strategis Promosi dan Branding Lemah
Bantuan Sarpras Desa Haurngombong Tahun 2025 Digunakan Untuk Perbaikan Jalan Dusun Sekapaku

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 18:41 WIB

JNGR Hadirkan Keindahan Seni Tradisional Sunda: Kecapi Suling Menghipnotis Tamu Hotel

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:13 WIB

Damar Sewu” Tradisi Menjelang Lebaran yang Hilang di Sumedang

Senin, 16 Maret 2026 - 07:29 WIB

Kapolri Diperintah Langsung Presiden Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:03 WIB

Diskominfo Majalengka Sediakan WiFi Gratis di 10 Titik Publik, Warga Sambut Positif.

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:15 WIB

Utang Menumpuk, Ekonomi Terancam: Apakah Indonesia Terjebak dalam Perangkap Utang Abadi?”

Berita Terbaru