SMPN 4 Jatinangor dan Yakult Gelar Program “Spogomi” : Tanamkan Karakter Bersih Sejak Dini

- Pewarta

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edukasi dalam program Spogomi ini juga menyentuh aspek spiritual dan moral. Siswa diajarkan bahwa memungut sampah bukan sekadar tugas fisik, melainkan sebuah bentuk sedekah yang mendatangkan pahala (Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi)

Edukasi dalam program Spogomi ini juga menyentuh aspek spiritual dan moral. Siswa diajarkan bahwa memungut sampah bukan sekadar tugas fisik, melainkan sebuah bentuk sedekah yang mendatangkan pahala (Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi)

SUMEDANG  – SMP Negeri 4 Jatinangor Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan tim Yakult menyelenggarakan program edukasi kebersihan bertajuk “Spogomi” di SMP Negeri 4 Jatinangor pada Selasa (12/05).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pola hidup sehat.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menekankan bahwa lingkungan yang tidak bersih merupakan faktor utama penyebab penyakit yang sering membawa masyarakat ke rumah sakit.

Beliau mengajak para siswa untuk tidak memandang remeh kebiasaan sederhana seperti menggosok gigi, keramas, dan menjaga kebersihan kulit guna menghindari penyakit seperti sakit gigi dan gangguan kesehatan lainnya.

“Kebersihan itu penting untuk diri sendiri. Kalau kita bersih, proses pembelajaran di kelas pun akan terasa lebih nyaman tanpa gangguan aroma tidak sedap atau kondisi lingkungan yang kotor,” ujar beliau di hadapan para siswa.

Edukasi dalam program Spogomi ini juga menyentuh aspek spiritual dan moral. Siswa diajarkan bahwa memungut sampah bukan sekadar tugas fisik, melainkan sebuah bentuk sedekah yang mendatangkan pahala.

Sebaliknya, membuang sampah sembarangan ditegaskan sebagai perbuatan dosa karena berpotensi mencelakai orang lain, seperti terpeleset kulit pisang yang dibuang sembarangan.

Menurut Kabid, semua harus memiliki Kesadaran Nilai: Memahami bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman (An-nazhafatu minal iman).
Siswa pun harus miliki kemampuan untuk memilah antara sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya.

Kabid juga menyarankan siswa membawa botol minum (tumbler) dan wadah makan sendiri dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Semua itu, imbuhnya, selaras dengan program kurikulum Sekolah Ramah Lingkungan yang tengah digalakkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

Ia mengharapkan melalui kolaborasi dengan sektor swasta seperti Yakult, diharapkan nilai-nilai kebersihan dapat terinternalisasi menjadi karakter khas pelajar di Sumedang.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala SMPN 4 Jatinangor Dr. Hj. Cucu Suhartini, M.Hum
memberikan apresiasi kepada Pengkuh (Kelas 7A) dan Rizki (Kelas 7D) dinobatkan sebagai sosok inspiratif berkat dedikasi luar biasa mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara sukarela.

Berdasarkan kesaksian para guru dan rekan sesama siswa, Pengkuh dan Rizki dikenal memiliki kebiasaan unik: setiap pagi sebelum bel masuk berbunyi dan setiap waktu istirahat, mereka berkeliling sekolah untuk memungut sampah tanpa diminta.

Meski masih duduk di bangku kelas 7, kesadaran lingkungan yang dimiliki kedua siswa ini dinilai melampaui usianya. Saat ditanya mengenai motivasinya, Pengkuh dengan rendah hati menjawab bahwa ia melakukan hal tersebut karena rasa senang melihat lingkungan yang bersih.

“Ingin sekolahnya bersih dari seberas pun sampah,” ujar Rizki saat memberikan pernyataan di depan rekan-rekannya, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh audiens.Ketulusan mereka semakin terlihat saat diketahui bahwa aksi bersih-bersih ini tetap mereka lakukan bahkan setelah jam sekolah usai dan teman-teman lainnya sudah pulang ke rumah.

Kasek Dr. Hj. Cucu Suhartini menyatakan rasa bangganya dan berharap Pengkuh serta Rizki dapat menjadi “Ikon Kebersihan” yang memicu perubahan perilaku bagi siswa lainnya. Dr Cucu menekankan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari figur yang lebih tua, namun bisa datang dari siapa saja, termasuk siswa kelas 7.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi nyata mereka terhadap lingkungan sekolah, Pengkuh dan Rizki menerima apresiasi khusus berupa bantuan belanja untuk keluarga mereka yang diserahkan secara simbolis dalam acara tersebut.

Kepala Sekolah dan jajaran guru berharap agar semangat yang dibawa oleh Pengkuh dan Rizki tidak berhenti di sini. Mereka mengajak seluruh siswa untuk mengikuti jejak kedua siswa tersebut agar SMPN 4 Jatinangor bisa menjadi lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan bebas sampah.

Di sela-sela acara, Dr Cucu Suhartini kepada Harian Sumedang menyebutkan akan memperbarui visi dan misi sekolah. Dengan jargon “BATIK” (Bersih, Agamis, Terampil, Inovatif, dan Kompetitif), sekolah ini berkomitmen membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.

Salah satu fokus utama dari visi baru ini adalah poin “Bersih”. Pihak sekolah menekankan pentingnya pembiasaan bagi siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk karena dapat membawa dampak buruk atau petaka. ” Makna dari kegiatan ini adalah membuat pembiasaan bahwa sampah itu harus dibersihkan, jangan ditumpuk,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata dari jargon “BATIK”, sekolah juga mendorong siswa untuk menghasilkan produk batik karya mereka sendiri. Saat ini, para siswa telah mulai memproduksi batik dengan berbagai teknik, termasuk teknik jumputan. Produk batik ini nantinya akan menjadi representasi visual dari visi-misi sekolah yang baru, sekaligus mengasah aspek “Terampil” dan “Inovatif” pada diri setiap peserta didik. (Tatang Tarmedi) ****

Berita Terkait

Galuh STANSA SMPN 1 Tanjungsari: Langkah Baru Lahirkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi
Prajurit Yonif 301/PKS Pulang Usai Amankan Freeport, Disambut Hangat di Sumedang
Puskesmas Pamulihan Kejar Target Skrining Kesehatan Gratis (CKG) di Tengah Tantangan Geografis
Pemdes Sukarapih Realisasikan Dana Desa Rp109 Juta Untuk Pengaspalan Hotmix
Jalan Rabat Beton di Desa Cibuluh Kecamatan Ujungjaya Dibangun Lewat Dana Desa, Dongkrak Akses Warga
Popularitas SMP Negeri 2 Tanjungsari Melonjak Tajam, Sudrajat Bawa Sekolah ke Panggung Nasional Lewat Strategi Media
Jaja Juanda S.Pd, Kepala SMPN 3 Cijambu Tanjungsari Terapkan Pola Kedekatan dengan Siswa
SDN Citali Luncurkan Program “Talinum” dan “Sanak Menantu” Guna Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:33 WIB

SMPN 4 Jatinangor dan Yakult Gelar Program “Spogomi” : Tanamkan Karakter Bersih Sejak Dini

Senin, 11 Mei 2026 - 14:48 WIB

Galuh STANSA SMPN 1 Tanjungsari: Langkah Baru Lahirkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:36 WIB

Prajurit Yonif 301/PKS Pulang Usai Amankan Freeport, Disambut Hangat di Sumedang

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:48 WIB

Puskesmas Pamulihan Kejar Target Skrining Kesehatan Gratis (CKG) di Tengah Tantangan Geografis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemdes Sukarapih Realisasikan Dana Desa Rp109 Juta Untuk Pengaspalan Hotmix

Berita Terbaru