SUMEDANG – Puskesmas Pamulihan terus berupaya mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari arahan prioritas Presiden RI untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat. Meski telah berjalan sejak tahun lalu, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mencapai target maksimal.
Riswan Aprianto, S.KM., M.K.M., selaku Kepala Puskesmas Pamulihan, mengungkapkan bahwa target sasaran CKG ditetapkan sebesar 36% dari total jumlah penduduk di wilayah kerja mereka, atau setara dengan sekitar 13.000 jiwa.
“Hingga saat ini, capaian kami baru menyentuh angka 30%. Tantangan di lapangan memang cukup berat, terutama terkait luasnya wilayah geografis dan aksesibilitas di Kecamatan Pamulihan,” ujar Riswan di ruang kerjanya, Sabtu (9/5/2026).
Program CKG ini menyasar seluruh kelompok usia. Setelah sebelumnya fokus pada usia remaja dan lansia, mulai bulan Mei ini Puskesmas Pamulihan mulai memperluas jangkauan skrining hingga ke kelompok bayi dan balita.
Menurut Kapus, kegiatan skrining ini meliputi pemeriksaan indikator kesehatan dasar, seperti:
Pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, dagnosis dini penyakit umum seperti darah tinggi (hipertensi) dan asam urat.
Riswan menekankan bahwa tujuan utama CKG adalah diagnosa awal. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih dini, masyarakat dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Selain faktor geografis, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan menjadi kendala internal yang signifikan. Saat ini, tim Puskesmas harus membagi fokus dengan berbagai program wajib lainnya, termasuk upaya percepatan pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TB) yang sedang menjadi target kabupaten.
“Tenaga kami terbatas, sementara program yang harus dijalankan sangat banyak, bukan hanya CKG tapi ada juga penanganan TB dan lainnya,” tambah Riswan.
Di sisi lain, tingkat partisipasi masyarakat juga masih perlu ditingkatkan. Riswan mencontohkan, dalam sebuah kegiatan besar di tingkat kecamatan yang menargetkan 200 partisipan, jumlah warga yang hadir seringkali tidak mencapai target karena kesibukan masing-masing.
Baca Juga:
Prajurit Yonif 301/PKS Pulang Usai Amankan Freeport, Disambut Hangat di Sumedang
Dari Filipina Prabowo Langsung ke Pulau Miangas untuk Cek Fasilitas Kesehatan Masyarakat
Pemdes Sukarapih Realisasikan Dana Desa Rp109 Juta Untuk Pengaspalan Hotmix
Sebagai langkah antisipasi, Puskesmas Pamulihan melakukan strategi jemput bola dengan melakukan kunjungan langsung ke Posyandu-Posyandu di desa-desa.
Diharapkan dengan pendekatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya cek kesehatan rutin dapat meningkat demi mewujudkan masyarakat Pamulihan yang lebih sehat. ( Tatang Tarmedi ) ****








