HARIAN SUMEDANG — Sebanyak 220 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto segera disalurkan kepada pengemudi becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sumedang.
Program bantuan ini dihadirkan untuk meringankan beban fisik para pengemudi becak di lapangan.
Selain mempermudah mobilitas kerja, bantuan ini juga ditargetkan mampu memacu peningkatan taraf ekonomi para penerimanya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang menyambut hangat alokasi bantuan moda transportasi modern ramah lingkungan ini.
Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek dan Barang Dishub Sumedang, Mustopa, menegaskan pentingnya sasaran penerima bantuan tersebut.
Menurut Mustopa, bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak yang telah memasuki usia rentan.
“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menerima becak tersebut. Penerimanya diperluas kepada bapak-bapak atau abang-abang becak yang sudah di atas 55 tahun,” ujar Mustopa.
Ia menambahkan, operasional becak listrik diharapkan membuat aktivitas kerja sehari-hari menjadi jauh lebih ringan dan efisien.
Table of Contents
ToggleWajib Mengikuti Pelatihan Pengoperasian
Bantuan ini disalurkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Baca Juga:
Campaign Connect Indonesia 2026 Bahas Pertumbuhan, AI, dan Peran Baru Pemimpin Pemasaran
Haier Biomedical Pamerkan Solusi Automated Biostorage dan Connected Pharma di ISPE Singapore 2026
Person in Charge (PIC) Penurunan Becak Listrik Yayasan GSN, Wisnu, memastikan seluruh unit diprioritaskan bagi pengemudi berusia 55 tahun ke atas.
Wisnu menjelaskan, para abang becak wajib menjalani sesi pelatihan teknis sebelum menerima dan mengoperasikan armada baru tersebut.
Pelatihan mencakup tata cara pemakaian daya listrik, prosedur pengoperasian yang aman, hingga tata cara perawatan rutin.
“Jadi nanti ada beberapa rangkaian acara, di antaranya pelatihan untuk abang becak mengenai cara pengoperasian becak tersebut, supaya becak yang dipakai bisa awet,” jelas Wisnu.
Tahapan Pelaksanaan & Seremoni Peluncuran
Berdasarkan tahapan yang disusun Dishub Sumedang, pengiriman unit fisik dijadwalkan tiba pada 31 Agustus 2026.
Selanjutnya, agenda pelatihan teknis bagi para abang becak lansia akan diselenggarakan pada 9 September 2026.
Adapun acara penyerahan resmi dan seremoni peluncuran direncanakan berlangsung pada 10 September 2026.
Seremoni tersebut rencananya dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang, Bupati Sumedang, serta jajaran pimpinan Pusat Yayasan GSN.
Meski demikian, pihak GSN menyampaikan bahwa jadwal final peluncuran masih menunggu konfirmasi penuh dari pemerintah pusat.
Dorong Kesejahteraan dan Kemitraan Ekonomi
Pemerintah Daerah Sumedang berharap program ini menjadi pijakan nyata peningkatan kesejahteraan pekerja sektor informal.
“Mudah-mudahan ke depannya kendaraan becak ini bisa bermanfaat bagi penerimanya dan merubah perekonomian yang lebih layak di Kabupaten Sumedang,” kata Mustopa.
Dengan armada berteknologi listrik ini, para abang becak lansia diharapkan tetap dapat bekerja secara produktif tanpa menguras stamina berlebih.
Baca Juga:
CGTN: Hubungan “Emas” Tiongkok-Kirgizstan Membawa Manfaat bagi Kedua Negara dan Kawasan
Pilkades Margajaya Berpotensi Besar Pada Skenario Calon Tunggal
Himel Raih Technology Excellence Award, Hadirkan Inovasi pada Produk Kelistrikan Sehari-hari
Modernisasi sarana transportasi tradisional ini sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan di tengah pesatnya perkembangan transportasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. ( Siti Kowati )











