HARIANSUMEDANG.COM – Sebenarnya masih banyak sekolah di Kabupaten Sumedang yang kondisinya rusak hingga kini masih belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
Berdasarkan temuan jurnalis Hariansumedang.com sedikitnya ada empat sekolah SD dengan kondisinya rusak ringan hingga parah.
1. SD Negeri Cupuwangi
Kondisi bangunan sekolah yang berada di Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong ini, rata-rata telah berumur lebih dari duapuluh tahunan.
Tidaklah heran, bila atap-atap bangunan terlihat keropos bahkan kayu-kayu rangka atapnya pun banyak yang terkulai.
Pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan usulan perehaban, namun hingga kini belum ada realisasinya.
2. SD Negeri Sabagi
Berada di Dusun Sabagi Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, sekolah ini masuk ke dalam wilayah jalur Tol Cisumdawu.
Pemerintah telah merencanakan sekolah itu akan direlokasi, namun bertahun-tahun, belum ada titik terang kapan dan kemana relokasi itu akan dilaksanakan.
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Selama itu pula, bangunan SDN Sabagi seperti dibiarkan terlantar, tidak tersentuh bantuan pemeliharaan.
Menurut Januar Ikhsan, Kepala SDN Sabagi, sedikitnya ada empat ruang kelas dalam kondisi rusak parah.
Ruangan-ruangan tadi sangat riskan digunakan untuk belajar, ” Ruang kelas itu tidak kami gunakan, siswa belajar gunakan ruangan lainnya lagi,” katanya.
3. SD Negeri Margaasih
Baca Juga:
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
Bangunan SD Margaasih di Desa Padaasih Kecamatan Conggeang Kabupaten ini sepintas dari lusr terlihat masih utuh.
Padahal, bila diperiksa ke masing-masing ruang kelas, banyak kusen pintu, jendela dan atap langit-langitnya telah keropos dan lapuk.
Menurut Kepala SD Margaasih, Supriyati, pihak sekolah telah mengusulkan permohonan bantuan rehab ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang,.
Malahan, Kasi Sapras Disdik Sumedang pun telah melayat ke sekolah. Namun, kucuran bantuan rehab belum juga muncul.
Kepsek Supriyati khawatir, bila kondisinya belum juga mengalami perehaban dalam 5 atau 10 tahun kedepan, dikhawatirkan ruangan kelas tidak bisa digunakan lagi untuk pembelajaran
” Tapi, mudah-mudahan, tahun ini, bantuan perehaban untuk SD Margaasih, bisa turun,” harapnya.
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
Kebangkitan Desa Pegunungan: “Homestay Economy” di Guizhou Jadi Angin Segar bagi Desa-Desa Etnik
Dikatakan Supriyati, SD Margaasih termasuk sekolah tertua di Desa Padaasih.
Berdiri pada tahun 1955, 10 tahun setelah Indonesia merdeka. Pernah, katanya, pada tahun 2006 , beberapa lokal kelas, dapat bantuan perehaban,
” Tapi dari sejak itu, sekolah kita ini belum lagi dapat bantuan rehab,” keluh kepsek yang pula alumni SD Margaasih.
4. SD Negeri Ciburuan
Sebagaimana diungkapkan Tamid, S.Pd, Kepala Sekolah SD Negeri Ciburuan, sedikitnya empat lokal ruangan kelas kusen dan atapnya dalam kondisi rusak.
Selain fisik bangunan tadi, SD Negeri Ciburuan termasuk sekolah tanpa jaringan internet hingga sangat kerepotan ketika melaksanakan ANBK.
SD Negeri Ciburuan berada di wilayah terpencil Desa Jingkagg Kecamatan Tanjungmedar. (Tatang Tarmedi)***














