Diskominfo Kota Bandung Gelar Diskusi ” Distraksi Modern, Get Things Done and Prokastinasi ”

- Pewarta

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANSUMEDANG.COM — Diskominfo Kota Bandung kembali menggelar diskusi publik Ngobrol Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi ( Ngulik ).

Pada Kamis 11 Juli 2024,  mengundang Feri Sulianta, seorang akademisi dan praktisi komunikasi, diskusi bertajuk
“Distraksi Modern, Get Things Done and Prokastinasi”.

Peserta mendapatkan materi tentang dampak penggunaan media sosial terhadap aspek kehidupan.

Diskusi kali ini membahas tentang adiksi media sosial yang dapat berdampak negatif bagi penggunanya.

Dibahas juga mengenai gejala kecanduan media sosial, mulai dari sulit fokus, mengalami kegelisahan atau FOMO, serta gangguan tidur.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan beberapa kiat dari Feri, terkait cara mengatasi kecanduan media sosial. Di antaranya:

Membiasakan interaksi langsung/offline,
menjauhkan diri dari gawai, melakukan aktivitas di luar rumah dan mengatur jadwal.

Selain itu, menjalankan hobi baru, dan menghapus sosial media jika memang terasa sangat mengganggu.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan baru terkait manfaat sosial media dengan mengubah posisi menjadi pengontrol media sosial, bukan  dikontrol oleh media sosial.

“ Perkembangan teknologi berjalan seperti ini. Namun, bagaimana kita mau menyikapinya,” kata Feri.

Menurutnya, setiap orang punya preferensinya masing-masing. Namun sebagai catatan, jangan sampai  terdistraksi oleh kehadiran sosial media.

” Sehingga melupakan aspek manfaat dari layanan daring yang ada,” ajaknya.

Sebagai penutup, Feri menjabarkan kiat terakhir jika enam cara di atas tetap tidak mengubah kecanduan terhadap media sosial.

Ada empat poin yang ia jabarkan pada bagian ini yaitu: Aware, Mindfull (berfikir dan ada secara utuh dan mengurangi kebiasaan multitasking).

Letting In (mengkaji ke dalam diri sendiri, merenungi), dan Meditated (menyadari perasaan-perasaan yang ada di dalam kerangka tubuh).

“ Kita perlu sadar, aware. Ketika kita sadar, maka pikiran kita akan melemah. Dari sana, kita harus gercep mengalihkan perhatian kita pada produktivitas,” pesannya.

( TT / Bandungkab.go.id ) ***

Berita Terkait

Walikota Farhan Melarang Terjun Bebas ke Sungai, ” Kita Sudah Bebas BABS, Bung!”
Emte Highland Resort Ciwidey Bandung Menjadi Saksi Kemeriahan Hari Jadi Ke-8 Media Nuansa Realita
Kepala SLB Binakarya Rancaekek Bersyukur Sekolahnya Dikunjungi Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat
Wali Kota Bandung  Muhammad Farhan Berharap Media Massa  Memproduksi berita lebih berhati-hati dan teliti
Pemkot Bandung Terus Menertibkan Lintasan Kabel Udara Menjadi Contoh Kota Lainnya
Kirab Budaya Hari Jadi ke -80 Provinsi Jawa Barat, Sumedang Curi Perhatian dengan Seni Khasnya
Antena Teleskop VGOS 85 Ton Terpasang di Bosscha Bandung Kerjasama ITB dan SHAO
Pertandingan Persib Bandung Kontra Persis Solo di Stadion GBLA Beberapa Menteri Akan Hadir

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:41 WIB

Walikota Farhan Melarang Terjun Bebas ke Sungai, ” Kita Sudah Bebas BABS, Bung!”

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:28 WIB

Emte Highland Resort Ciwidey Bandung Menjadi Saksi Kemeriahan Hari Jadi Ke-8 Media Nuansa Realita

Senin, 29 September 2025 - 13:17 WIB

Kepala SLB Binakarya Rancaekek Bersyukur Sekolahnya Dikunjungi Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat

Rabu, 17 September 2025 - 16:41 WIB

Wali Kota Bandung  Muhammad Farhan Berharap Media Massa  Memproduksi berita lebih berhati-hati dan teliti

Selasa, 26 Agustus 2025 - 21:38 WIB

Pemkot Bandung Terus Menertibkan Lintasan Kabel Udara Menjadi Contoh Kota Lainnya

Berita Terbaru