HARIANSUMEDANG.COM — Untuk mengatasi kekurangan guru secara umum, pemerintah membuka perekrutan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Namun, ketika program tersebut terus berjalan, terjadi penyusutan jumlah guru di beberapa Sekolah Luar Biasa ( SLB ) di Jawa Barat, akibatnya banyak SLB keteteran untuk merekrut guru baru.
Fenomena tersebut diungkapkan Suprapto, Kepala SLB Bina Karya Bandung yang juga Ketua Forum Kepala SLB Swasta Jawa Barat.
” Di satu sisi, ini menjadi peluang bagi para lulusan pendidikan luar biasa, berarti ada formasi baru. Tapi, di sisi lainnya, tidak sedikit SLB yang keteteran merekrut guru baru , ” ungkap Suprapto.
Suprapto menegaskan guru baru dimaksud tadi terutama guru yang memiliki kualifikasi pendidikan luar biasa atau pendidikan khusus untuk SLB.
Padahal, lanjut Suprapto, dulu PNS bisa ditempatkan di swasta, namun setelah turun aturan baru itu, ASN / P3K harus ditempatkan di instansi pemerintah.
” Nah, dengan FKSS ini, sekolah SLB swasta bisa saling membantu, berbagi apa saja terkait memajukan sekolah, menjadi mitra pemerintah dalam melayani anak – anak spesial atau berkebutuhan khusus.
Selebihnya, kata Suprapto, FKSS itu bisa memperjuangkan hak -hak sekolah swasta yang kurang terperhatikan, ” Kalau sekolah swasta itu harus kita yang berjuang, beda dengan sekolah negeri, ” katanya.
Adapun jumlah SLB swasta di Jawa Barat, menurut Suprapto mencapai 330-an, SLB Negerinya ada 59. beberapa SLB Swasta berubah status menjadi SLB Negeri. ( Tatang Tarmedi ) ***
Baca Juga:







