BGN Buka Opsi Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis pada 2027

- Pewarta

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN Buka Opsi Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis pada 2027

HARIANSUMEDANG.COM  — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menggodok rencana penataan ulang (refocusing) target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi sekaligus memastikan penyaluran program strategis nasional tersebut lebih tepat sasaran pada tahun anggaran 2027.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk mematangkan konsep restrukturisasi ini.

Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, dengan beberapa Kementerian yang lain,” ungkap Arumsari saat ditemui awak media pasca-rapat tertutup bersama Komisi IX DPR RI, Senin (15/6/2026).

Prioritas pada Golden Period Anak

Arumsari memaparkan, penentuan ulang skala prioritas ini merujuk pada rekomendasi medis dari Kemenkes yang menekankan pentingnya intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak.

Berdasarkan masukan para pakar kesehatan, fase krusial tersebut dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun dan jenjang pertumbuhan berikutnya melalui pemenuhan nutrisi yang terukur. Alasan ilmiah inilah yang mendasari BGN untuk mempertajam segmentasi penerima manfaat.

Pangkas 8 Juta Kuota, Siswa SMA Berpotensi Dicoret

Salah satu skenario refocusing yang sedang dikaji adalah mengecualikan kelompok siswa SMA dari daftar penerima MBG. Arumsari menilai, intervensi gizi untuk pelajar tingkat akhir cenderung bisa dialihkan, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi mapan.

Tujuannya kan bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tapi penerima manfaatnya lebih fokus,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pelajar SMA dari kalangan menengah ke atas dengan uang saku harian berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama program ini. Jika skenario penghapusan kelompok siswa SMA ini diterapkan, BGN mengestimasi akan ada pengurangan sekitar 8 juta penerima manfaat.

“Nah, itu yang kami exercise, tapi kami tidak menghilangkan esensi dari intervensi visi yang dilakukan oleh pemerintah. Jadi, refocusing diperlukan supaya lebih tepat sasaran,” kata Arumsari menegaskan.

Sebagai informasi, serapan program MBG saat ini mencakup:

  • Pelajar sekolah dan santri pondok pesantren.

  • Kelompok rentan 3B (Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

  • Kelompok lanjut usia (lansia), yang masuk setelah adanya kebijakan perluasan sasaran beberapa waktu lalu.

Proyeksi Anggaran 2027 Capai Rp270 Triliun

Terkait Aspek fiskal, Kementerian Keuangan bersama Bappenas telah memproyeksikan pagu indikatif anggaran MBG untuk tahun 2027 sebesar Rp270,2 triliun. Anggaran raksasa ini awalnya dipatok untuk memenuhi kebutuhan 81,5 juta penerima manfaat.

Kendati demikian, BGN berkomitmen untuk terus mengevaluasi sistem penyaluran sepanjang semester kedua tahun ini agar implementasi ke depan jauh lebih efektif.

“Namun, tadi ketika kami sampaikan bahwa pada 2026 dari Juli sampai akhir 2026 kami akan terus melakukan langkah perbaikan,” pungkasnya. ( Tatang Tarmedi )

Berita Terkait

IRI Indonesia Serukan Empat Poin dan Prihatin Atas Berulangnya Kebakaran Hutan
Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta
PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional
DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI
IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Tsunami Dikeluarkan, 2 Meninggal di Sikka

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:39 WIB

IRI Indonesia Serukan Empat Poin dan Prihatin Atas Berulangnya Kebakaran Hutan

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:50 WIB

Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:50 WIB

PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:17 WIB

DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol

Berita Terbaru