Jadi Tuan Rumah FABC 2026, Indonesia Siap Tampilkan Potret Kerukunan Lintas Agama ke Kancah Asia

- Pewarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KEMENAG — Kerukunan dan harmoni antarumat beragama di Indonesia bersiap menjadi sorotan para pemimpin Gereja Katolik se-Asia pada ajang Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) 2026 yang akan digelar di Jakarta. Salah satu agenda utama dalam konferensi ini adalah kunjungan ratusan uskup dari berbagai negara ke Terowongan Silaturahmi dan Masjid Istiqlal, sebuah refleksi nyata dari dialog dan persaudaraan lintas iman di Tanah Air.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak dan pengalaman berharga dalam merawat keharmonisan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, momentum FABC 2026 menjadi panggung penting untuk membagikan nilai-nilai positif tersebut kepada dunia.

“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat kuat dalam merawat kerukunan. Kehadiran para uskup dari berbagai negara Asia menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun perdamaian bersama,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menag menambahkan, keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan simbol dari fondasi kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi saling menghormati.

Simbol Dialog Antarbenua

Rencana strategis ini dimatangkan dalam pertemuan antara Kementerian Agama dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Ketua KWI sekaligus Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunyamin, memaparkan bahwa agenda kunjungan ke Masjid Istiqlal akan menjadi bagian dari prosesi penutupan FABC.

Acara ini diproyeksikan akan dihadiri oleh:

  • 110 Uskup dari berbagai negara di Asia.

  • Perwakilan delegasi dari benua Amerika, Afrika, Oceania, dan Eropa.

  • 50 Uskup perwakilan Indonesia, baik yang masih aktif maupun yang telah emeritus.

Para delegasi global tersebut dijadwalkan akan diterima langsung oleh Nasaruddin Umar, yang juga mengemban tugas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

“Tadi dikonfirmasi bahwa pada acara penutupan FABC akan ada kunjungan ke Terowongan Silaturahmi. Bapak Menteri Agama akan menerima para uskup dan delegasi di Masjid Istiqlal,” jelas Mgr. Antonius.

Membangun Jembatan Lintas Budaya

Secara teknis, rangkaian utama FABC 2026 akan dipusatkan di Jakarta dan ditutup dengan perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Jakarta. Pasca-ibadah, para peserta akan berjalan bersama melewati Terowongan Silaturahmi menuju Masjid Istiqlal.

Kardinal Ignatius Suharyo menekankan bahwa tema besar yang diusung dalam penutupan FABC ini berfokus pada urgensi membangun dialog di tengah perbedaan dunia modern.

“Tuhan memperlihatkan kepada kita bahwa akan ada hal yang lebih besar ketika kita membangun jembatan-jembatan dialog. Makanya kunjungan ke Terowongan Istiqlal ini menjadi simbol untuk menunjukkan cita-cita bangsa Indonesia dalam hidup rukun dan harmoni di tengah perbedaan,” ungkap Kardinal Suharyo.

Momentum Bersejarah Bagi Indonesia

Pertemuan FABC merupakan forum pengambilan keputusan dan persaudaraan para uskup se-Asia yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Tahun 2026 mencatatkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya Jakarta dipilih sebagai pusat masa sidang, dan menjadi kali kedua bagi Indonesia setelah sebelumnya pernah digelar di Lembang, Jawa Barat, pada tahun 1990 silam.

KWI menilai, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah tidak lepas dari perhatian dan apresiasi global terhadap praktik toleransi di Tanah Air. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh dampak historis dari kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia beberapa waktu lalu yang meninggalkan kesan mendalam di mata internasional.

Melalui perhelatan FABC 2026, Indonesia berkomitmen tidak hanya sukses menjadi penyelenggara konferensi, tetapi juga sukses menggaungkan pesan perdamaian, toleransi, dan esensi hidup berdampingan secara damai ke seluruh penjuru dunia.

Berita Terkait

Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka SS Perkara Tata Kelola MBG
Cetak Rekor, Produksi Beras Indonesia 2026 Melonjak di Tengah Kontraksi Global
BGN Buka Opsi Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis pada 2027
Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional: Menanti Babak Baru Setelah Pengajuan Justice Collaborator
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem Makarim dalam Sidang Replik Kasus Korupsi Chromebook
Muncul Perdana usai Didapuk Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang Ungkap Alasan Militer Urus MBG
Hari Pertama Penyaluran, TASPEN Rampungkan 99% Pembayaran Gaji ke-13 Pensiunan ASN
Pemerintah Perbarui Data Penerima Bansos Juni 2026, Fokuskan Penyaluran untuk Desil 1-4

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:25 WIB

Jadi Tuan Rumah FABC 2026, Indonesia Siap Tampilkan Potret Kerukunan Lintas Agama ke Kancah Asia

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:29 WIB

Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka SS Perkara Tata Kelola MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 15:33 WIB

Cetak Rekor, Produksi Beras Indonesia 2026 Melonjak di Tengah Kontraksi Global

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:05 WIB

BGN Buka Opsi Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis pada 2027

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:07 WIB

Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional: Menanti Babak Baru Setelah Pengajuan Justice Collaborator

Berita Terbaru